Yanto : Pekerjaan Kami Terganggu!

  • Whatsapp

BANGKA — Kepala Cabang PT. Pulomas Sentosa, Yanto Lie, akhirnya menanggapi aktifitas penambangan timah oleh TI Apung atau PIP di depan muara Air Kantung, Sungailiat.

Kepada redaksi media ini, Yanto mengatakan, keberadaan TI Apung atau PIP yang menambang timah di depan muara Air Kantung itu sangat mengganggu pekerjaan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung, yang diketahui dikerjakan oleh PT. Pulomas Sentosa.

“Jelas TI Apung itu sangat mengganggu pekerjaan kami. Peralatan kami seperti Crane Barge, itu tidak bisa bekerja optimal,” ungkap Yanto, Jum’at (11/10/2019) malam.

Menurut Yanto, pihaknya tidak pernah melarang masyarakat atau siapa pun yang mau menambang timah di depan muara Air Kantung, selagi aktivitas penambangan itu tidak mengganggu pekerjaan pengerukan alur muara.

“Pada dasarnya kami tidak pernah melarang orang mau menambang. Tapi tolong, jangan sampai penambangan itu mengganggu pekerjaan kami mengeruk alur muara,” bebernya.

Yanto berharap, para penambang bisa saling mengerti dan memahami, serta tidak saling mengganggu.

“Kami harap semuanya bisa saling mengerti, dan jangan saling ganggu. Silahkan mereka mau nambang, tapi jangan pas di depan alur muara gitu. TI Apung di situ jelas menggangu, karena peralatan kami kesulitan bergerak,” kata dia.

SPK Atas Nama CV. Mustika Logam

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Sungailiat, Heru Dwi Prima, mengatakan sudah melihat SPK yang dikeluarkan oleh PT. Timah Tbk kepada pihak CV. Mustika Logam.

“Mereka baru menemui saya siang tadi. Tapi saya lihat SPK-nya tanggal 30 September, kalau tidak salah,” ungkap Heru via ponselnya, Jum’at malam.

Heru mengaku tidak tahu, bagaimana SPK bisa diterbitkan oleh PT. Timah Tbk kepada CV. Mustika Logam, tanpa melalui proses survey lokasi terlebih dahulu? Karena selayaknya, proses survey lokasi melibatkan Perangkat Desa atau Kelurahan. Setelah survey, biasanya akan ada penandatanganan Berita Acara Survey.

“Nah, kalau itu saya tidak tahu ceritanya, bukan ranah kita soalnya,” celetuk Heru.

Heru mengarahkan agar konfirmasi ke PT. Timah Tbk, terkait bagaimana proses terbitnya SPK kepada CV. Mustika Logam tersebut.

“Konfirmasi dulu ke PT. Timah. Tapi kalau SPK-nya saya sudah lihat, itu tanggal 30 September kemarin. Makanya mereka saya suruh menghadap tadi, karena SPK-nya sudah keluar duluan,” bebernya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau pernyataan resmi dari pejabat berwenang di PT. Timah Tbk, maupun pengurus dari CV. Mustika Logam. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *