Dua dari Tiga Mayat yang Hanyut di Perairan Bangka Barat Berhasil Diidentifikasi

  • Whatsapp
Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan dan Kasat Polair Polres Bangka Barat, IPTU Ferry Gunadi.

BANGKA BARAT — Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan, mengatakan, dua dari tiga jenazah yang ditemukan di perairan Bangka Barat telah berhasil diidentifikasi.

Adenan mengungkapkan, jenazah pertama yang telah diketahui identitasnya adalah jenazah yang ditemukan di perairan Tanjung Besayap.

Muat Lebih

” Jenazah tersebut bernama Harianto, umur 37, nakhoda kapal, warga Kecamatan Bakung Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, anak dari Ibu Halijah,” jelas Adenan, Rabu ( 27/11/2019 ).

Harianto kata Adenan, teridentifikasi dari gelang dan celana dalam yang masih melekat ditubuhnya. Dua benda tersebut diakui Halijah memang milik anaknya.

Jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi atas nama Adatulhaimi alias Tomi, ( ABK ), anak dari Bapak Irak yang beralamat Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Jenazah Tomi ditemukan di Perairan Belo Laut, Kecamatan Muntok.

” Aksesoris kalung warna hitam dengan mata kalung lambang Rasta warna silver yang ditemukan di tubuh korban memang miliknya, itu dibenarkan oleh Bapak Irak,” ujar Kapolres.

Sedangkan mayat yang belum berhasil diidentifikasi jelas Kapolres yaitu jenazah yang ditemukan di Pantai Tembelok, Kampung Mentok Asin, Kecamatan Muntok. Penyebabnya, jenazah tersebut belum dapat di konfirmasi karena masih menunggu kedatangan pihak keluarga untuk diambil sample DNA-nya.

Untuk sementara, Kapolres menduga, kapal KM Abadi II GT 6 yang diawaki
para nelayan tersebut tenggelam.

” Ini bisa jadi karena ditemukan serpihan, dugaan kita kapal nelayan ini tenggelam dan korban hanyut sampai ke Muntok Bangka Barat,” pungkasnya. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *