Kandungan Timah di Kebun Sawit PT. THEP Menjadi Rebutan Warga

  • Whatsapp
Perkebunan kelapa sawit ( Foto: Ilustrasi )

BANGKA BARAT — Dangkalnya kandungan pasir timah di lokasi perkebunan kelapa sawit PT. Tata Hamparan Eka Persada ( PT. THEP ) di Desa Berang Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat memicu polemik antar warga setempat. Pasalnya, kandungan timah di perkebunan sawit tersebut menjadi rebutan warga.

Menurut Kepala Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Misun, polemik dipicu karena pengamanan dan penertiban dari PT. THEP terkesan tebang pilih. Ada kelompok warga yang ditertibkan dan disuruh pulang, namun kelompok warga lainnya ditertibkan ala kadarnya, setelah itu kelompok warga tersebut kembali lagi menambang dan terkesan dibiarkan, sehingga memicu kecemburuan.

Muat Lebih

” Jadi ada kecemburuan, itu lah penyebabnya. Tapi maksudnya kan ade orang Berang ( Desa Berang ) ada orang Ibul ( Desa Ibul ), maksudnya kalau ditertibkan semua ditertibkan,” ujar Misun saat dikonfirmasi via telepon, Kamis ( 14/11/2019 ) siang.

Bahkan menurut Misun, siang ini ada warga Berang yang berunjuk rasa, namun dia mengaku tidak tahu persis mengenai unras tersebut karena dirinya sedang menghadiri rapat di Muntok.

” Siang tadi ada juga warga demo. Tapi saya nggak ada, nggak tahu karena tadi saya ada rapat di Muntok, tapi pas saya sampai ke rumah sekitar pukul satu ( 13:00 WIB ), sudah nggak ada lagi ( demonya) katanya sudah pulang, cuma sebentar,” jelas Misun.

Begitu pula dengan isi tuntutan warga, Misun mengaku belum mengetahuinya.

Lebih lanjut Misun mengatakan, aktifitas warga mengambil timah di area perkebunan PT. THEP itu telah berlangsung kurang lebih setengah bulanan. Kandungan timah yang dangkal hanya sekitar tiga meter di dalam tanah membuat warga antusias untuk menggali tanah untuk mencari pasir timah.

” Lupa tanggal berapa sekitar setengah bulan yang lalu. Orang nebuk ( menggali tanah, red ) bukan enam meter, tiga empat meter lah ada timahnya. Lokasinya masuk HGU PT. THEP, letaknya sudah di tengah kebun,” jelasnya.

Namun kata Misun, karena memicu polemik, penambangan warga tersebut pun telah ditertibkan dan aksi warga beraktifitas menggali tanah di blok S 28 dan E 26 sejak malam Selasa hingga hari ini telah berhenti.

” Sebelumnya karena ada penertiban itu lah maksudnya ditertibkan semua. Ini aja tadi dimulai malam Selasa tadi, kan sudah berhenti, kami juga kan ada pertemuan di Polres, jadi kita sampaikan semua apa semua, dari mulai malam Selasa, Rabu, Kamis, nggak ada lagi,” kata dia.

Di lain pihak, Komar, perwakilan dari PT. THEP saat dikonfirmasi via telepon oleh awak media belum bisa berkomentar karena masih mengikuti rapat.

Situasi terkini di PT. THEP menurut Kapolsek Simpang Teritip IPDA Martuani Manik telah kondusif. Namun pihaknya akan tetap berjaga – jaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Saat dikonfirmasi pun, Kapolsek mengatakan masih mengikuti rapat di PT. THEP. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *