Kejari Pangkalpinang Tetapkan LP Sebagai Tersangka

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang menetapkan LP, mantan Sekretaris DPRD Kota Pangkalpinang sebagai tersangka, dalam perkara dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas Fiktif.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejari Pangkalpinang saat Konferensi Pers di Kantor Kejari Pangkalpinang, pada Selasa (05/11/2019).

“Jadi hasil keputusan ekspos dari Tim Penyidik untuk awal ini kita lakukan penyelidikan terhadap TA, tersangkanya atas inisial LP. Karena sumbernya dari situ, kalau dia tidak mendatangani, tidak akan terjadi,” ungkap Ari.

Penetapan tersangka LP dilakukan, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 44 orang, yang terdiri dari anggota dewan 21 orang, dari pemerintah pusat 4 orang, Honorer Sekwan 3 orang. Selain itu, mantan PNS satu orang dan keluarga dari anggota Dewan 3 orang.

Dalam hal ini, Pengguna Anggaran (PA) telah mengetahui pelaksanaan kegiatan tanggal tersebut, yaitu dari tanggal 9 hingga 14 Febuari 2017, saat ditandatanganinya Surat Permintaan Pembayaran (SPP).

Kemudian LP selaku PA, kata Ari, 13 orang tersebut memang berangkat ke Jakarta, hanya saja terdapat 3 orang yang tidak datang ke tempat tujuan.

“Penyidik juga telah mendapatkan data manifes dari Garuda dan Sriwijaya. Seluruh namanya ada dan berangkat ke Jakarta. Jadi yang ke 13 orang ini memang berangkat ke Jakarta, hanya tiga orang yang tidak datang ke tempat tujuan,” kata Ari.

Kepala Kejari Pangkalpinang tersebut juga mengatakan, dalam kasus ini penyidik Kejari Pangkalpinang juga telah menyita uang tunai yang dikembalikan oleh 13 anggota DPRD Pangkalpinang sebesar Rp158 juta lebih.

“Nanti akan terlihat di pengadilan peran masing-masing. Uang yang dikembalikan belum pernah kita sita, tapi sekarang kita sita sejumlah Rp 158.253.197.00. Penetapan LP menjadi tersangka sudah seminggu yang lalu, sedangkan untuk anggota dewan masih status saksi,” imbuhnya.

Dikatakan Aeri, perkaranya akan terus berjalan dan terus berlanjut hingga selesai, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. (Mg/1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *