Sekolah Alam Resmi Berdiri di Bukit Sakbuk Desa Rebo

  • Whatsapp

BANGKA — Yayasan Bangka Alam Lestari dirikan Sekolah Alam di Bukit Sakbuk Desa Rebo Kecamatan Sungailiat dengan nama Balai Kemuliaan yang diresmikan langsung Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Jum’at (08/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muksin, selaku Sekda Kabupaten Bangka mengatakan, melestarikan alam dengan berbagai kegiatan tadi sebagai suatu implementasi kesungguhan dari yayasan Bangka Alam Lestari.

Muat Lebih

“Lestarikan alam dengan berbagai kegiatan tadi yaitu pelepasan burung-burung sebagai suatu implementasi kesungguhan Bangka Alam Lestari (BAL) dalam menjaga alam lingkungan di sekitar bukit sakbuk ini,” ungkap H. Akhmad Mukhsin.

Dikatakan Akhmad Mukhsin, dengan dibukanya Sekolah Alam tersebut, bisa mendukung pemerintah dalam menuntaskan buta aksara, dan menambah nilai pada anak.

“Dengan dibukanya Sekolah Alam dengan nama Balai Kemuliaan ini, tentunya sangat mendukung program pemerintah dalam menuntaskan buta aksara, dan menambah nilai anak-anak didik yang dihasilkan oleh Sekolah Alam Balai Kemuliaan, yang dikelola oleh Yayasan Bangka Alam Lestari ini, dapat menjadi sumber daya manusia yang mempunyai kualitas dan menguasai beberapa bahasa asing,” jelasnya.

Ia berharap, Sekolah Alam Balai Kemuliaan bisa menambah lagi bahasa-bahasa yang akan dipelajari anak didik tersebut, karena kedepan akan berada di depan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Ini sudah dimulai dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Kedepan saya berharap, tentunya dari Balai Kemuliaan ini ditambah untuk Bahasa Arab. Karena kita sudah berada tepat di depan Kawasan Ekonomi Khusus yang diusulkan oleh pemerintah daerah, tentunya kita harus mempunyai sumber daya manusia yang nanti bisa jadi Guide, yang dapat memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bangka ini, yang dihasilkan oleh Balai Kemuliaan ini,” terangnya.

Sementara itu, Ahung, selaku pendiri Yayasan Bangka Alam Lestari mengatakan, untuk lokasi sekolah alam tersebut akan berdiri di lahan seluas 111 hektar, dan bertujuan untuk melindungi daerah sekitar.

“Kita lagi mohonkan itu sekitar luas 111 hektar untuk kita jadikan lahan, tujuannya untuk melindungi, karena sebelumnyan habis dirambak oknum yaitu hutan dan batu, sampai saat ini sudah tertib tidak ada lagi yang merambah,” kata Ahung.

Ia menambahkan, dengan adanya sekolah alam tersebut, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa di atasi dan tujuannya lebih ke sosial.

“Untuk itu masyarakat sekitar yang menembak atau memburu binatang kita bisa tangani, dan sekolah alam ini lebih ke sosial, melihat masyarakat sekitar kita yang kurang beruntung,” demikian Ahung. (Mg/2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *