Titik Terang Asal Tiga Mayat Misterius, HNSI Provinsi Kepri Laporkan Nelayan Hilang

  • Whatsapp
Mayat Mr. X saat tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian usai dievakuasi Tim Sat Polair Polres Bangka Barat, Minggu ( 24/11/2019 ) malam.

BANGKA BARAT — Meskipun belum bisa dipastikan, identitas tiga sosok mayat misterius yang ditemukan di perairan Bangka Barat perlahan – lahan mulai menemukan titik terang.

Titik terang tersebut berupa informasi tentang nelayan yang hilang dari Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, Distrawandi kepada pihak Satuan Polisi Perairan Polres Bangka Barat.

Muat Lebih

Kasat Polair Polres Bangka Barat, IPTU Ferry Gunadi mengatakan, berdasarkan laporan dari Distrawandi, pada Senin tanggal 11 November 2019, nelayan bubu menemukan dua buah fiber ikan ukuran 350 liter di perairan Pulau Sayak. Pada fiber tersebut terdapat tulisan Budi. P. Mas.

” Berdasarkan laporan itu, diperkirakan fiber ikan tersebut milik KM Abadi II GT 6 . Kapal itu kapal nelayan bubu ketam,” sebut Ferry Gunadi via WhatsApp, Selasa ( 26/11/2019 ) sore.

Ferry melanjutkan, kapal tersebut dinakhodai Heri ( 37 ) warga Pulau Mas dengan ABK tiga orang, yakni, Darul ( 26 ) warga Secawar Senayang, Tomi ( 25 ) warga Kecamatan Concong dan Arul ( 19 ) warga Belaras.

Lebih lanjut dalam laporan itu disebutkan, KM Abadi II GT 6 bertolak dari Pulau Mas pada hari Sabtu, tanggal 2 November 2019 menuju perairan Pulau Sayak dengan muatan fiber berisi es, umpan dan bubu ketam.

” Pada hari kedelapan setelah melaut, tepatnya Minggu sekitar pukul 11:00 WIB, KM Abadi masih berkomunikasi dengan nelayan bubu yang ada di perairan Sayak,” kata Ferry.

Namun sekitar pukul 14:00 WIB, dalam perjalan pulang, nelayan bubu menemukan dua buah fiber ikan ukuran 350 liter bertuliskan Budi P. Mas, sementara kapalnya tidak ada.

Tanggal 11 November 2019 sekitar pukul 16: 00 WIB, Budi Pulau Mas, pemilik KM ABADI II dihubungi oleh seorang bernama Ayu dewi menginformasikan bahwa salah satu nelayannya menemukan dua buah fiber yang bertuliskan Budi P. Mas .

” Jadi, pukul 17:00¬†WIB, Budi Pulau Mas, mencoba menghubungi nakhoda KM ABADI II namun hasilnya nihil. Perkiraan sementara, kita menduga kapal tersebut tenggelam,” tandas Ferry.

Namun Kasat Polair belum bisa memastikan keterkaitan tiga mayat yang hanyut ke perairan Bangka Barat dengan KM Abadi II dari Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri ) yang hilang tersebut karena pihaknya masih menunggu hasil test DNA ketiga mayat dengan lima orang diduga keluarga dari Provinsi Kepri yang akan datang ke Pangkalpinang hari ini. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *