Persibabar Kembali Dipaksa Bertekuk Lutut oleh Tornado FC

  • Whatsapp
Tim Persibabar, Bangka Barat ( merah - hitam ) dan Tonado FC, Pekanbaru ( putih - putih ) berjabat tangan sebelum laga Kompetisi Liga 3 Regional Sumatera di Stadion Bina Jaya, Muntok, Kamis ( 5/12/2019 ) sore.

BANGKA BARAT — Tim Persibabar, Bangka Barat harus kembali menelan pil pahit setelah dipaksa bertekuk lutut untuk kali kedua oleh Tornado FC, Pekanbaru dengan skor tipis 0 – 1. Tim berjuluk Laskar Angin Barat ini menjamu Tornado FC dalam Kompetisi Liga 3 Regional Sumatera di Stadion Bina Jaya, Muntok, Kamis ( 5/12/2019 ) sore.

Disaksikan ratusan pendukungnya, Persibabar berjuang keras sejak babak pertama untuk mengejar kemenangan, karena sebelumnya, pada pertandingan away di Stadion Rumbai Pekanbaru, anak asuh Chien Min Hien ini juga telah menelan kekalahan dengan skor tipis, 1 – 2.

Muat Lebih

Pertandingan di Stadion Bina Jaya berlangsung cukup keras, dengan dua kartu kuning dikoleksi pemain Tornado FC.

Bahkan dua pemain dari kedua tim, penjaga gawang Tornado FC, 1-Taufik dan penyerang Persibabar, 10 – Harry Sukmana terpaksa ditandu keluar lapangan dan harus rela digantikan pemain lain, akibat benturan kedua pemain tersebut saat terjadi kemelut di depan gawang Tornado FC.

Satu – satunya gol kemenangan Tornado FC diciptakan 14 – Darma Indriyana yang terlepas dari kawalan pemain belakang Persibabar pada babak kedua dan berhasil menyarangkan gol ke gawang 1 – Darmawansah.

Manager Persibabar, Amdan. AM, usai pertandingan mengatakan, dengan dua kali kekalahan tersebut, Persibabar dinyatakan gugur dan tidak dapat melangkah ke zona nasional Liga Nusantara.

” Yang pasti kita gugur, nggak masuk wilayah nasional, musnah lah. Disana ( Pekanbaru, red ) kita kalah 1 – 2, disini kita kalah 0 – 1, jadi otomatis kita selesai,” ujar Amdan, Kamis ( 5/12 ) sore di Stadion Bina Jaya, Muntok.

Amdan menilai, pada laga kandang ini, anak asuhnya terlihat kelelahan, karena sebelumnya menempuh perjalanan pulang selama 30 jam mengendarai bus dari laga tandang di Pekanbaru.

Karena kelelahan itu, kata dia, timnya belum sepenuhnya fit, sehingga tidak dapat melakukan arahan pelatih.

” Yang pasti ke depan kita lebih giat lagi, nyari pemain yang lebih bagus lagi nanti.
Kelemahan kita, apa yang disampaikan pelatih kurang berjalan, itu saja,” pungkasnya. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *