Sudah Lima Orang Kepala Dinas Dukcapil Bangka Barat Meninggal Dunia secara Mendadak

  • Whatsapp
Kepala Dinas Dukcapil Bangka Barat, Idwan bersama wartawan saat acara pemusnahkan 4.854 lembar KTP Elektronik di halaman Kantor Dukcapil Kabupaten Bangka Barat Dusun Daya Baru, Desa Belo Laut, Muntok, Senin ( 17/12/2018 ) silam.

BANGKA BARAT — Kabar duka kembali menyelimuti Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Secara mengejutkan, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dukcapil ) Pemkab Bangka Barat, Idwan, meninggal dunia pada Minggu ( 8/12/2019 ) sore kemarin.

Menurut Sekretaris DPRD Bangka Barat, Amir Hamzah, Idwan meninggal dunia setelah mengunjungi kebun dan membersihkan tambak miliknya di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga.

Muat Lebih

” Nggak ada sakit, beliau kan pergi ke kebunnya di Bakit melihat tambaknya, jadi beliau kalau hari Minggu kan ke tambak itu, bersih – bersih. Setelah itu beliau istirahat dalam kamar, tapi kemudian nggak keluar – keluar lagi, pas di cek ternyata beliau sudah meninggal dunia. Mungkin sakit jantung,” jelas Amir Hamzah via telepon, Senin ( 9/12/2019 ) pagi.

Amir mengatakan, jenazah Idwan akan dikebumikan hari ini di Desa Bukit Lintang Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Dia tidak menampik rumor mengenai ” ada sesuatu ” di Kantor Dukcapil Bangka Barat, bila melihat kenyataan, telah lima orang kepala dinasnya meninggal dunia secara mendadak. Kata Amir, Idwan merupakan Kepala Dinas Dukcapil kelima yang meninggal secara mendadak.

” Sebelumnya Pak Tarman, tapi Pak Tarman juga sering sakit jadi diganti sama Pak Idwan karena Pak Tarman nggak masuk – masuk kantor, kan. Sebelum itu Pak Zamrul, meninggal juga,” sambungnya.

Amir menyebutkan nama – nama kepala dinas Dukcapil Bangka Barat secara berurutan sejak pertama Kantor Dukcapil dibuka.

” Pertama buka Capil itu kan pertama Pak almarhum mertua Pak Pendi ( M. Effendi, Plt. Sekda sekarang ) meninggal karena kecelakaan di Tiang Tara, sudah itu Pak Marzuki sakit, meninggal, setelah itu Pak Husni, meninggal mendadak juga. Kalau dari pertama, Zulkifli, Marzuki, Husni, Zamrul Arifin dan Idwan.
Sudah lima orang semuanya meninggal,” papar Amir.

” Kalau cerita orang – orang lama katanya memang ada, boleh percaya boleh tidak, mungkin juga hanya kebetulan,” sambungnya.( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *