Bupati Minta Masalah Aset Tumpang Tindih dengan PT. Timah Cepat Diselesaikan

  • Whatsapp
Rapat masalah pemanfaatan aset daerah dan akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Ular antara Pemkab Bangka Barat dengan PT. Timah di OR 1 Kantor Bupati Bangka Barat, Jum'at ( 24/1/2020 ) pagi.

BANGKA BARAT — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar rapat masalah pemanfaatan aset daerah dan akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Ular dengan PT. Timah di OR 1 Kantor Bupati Bangka Barat, Jum’at ( 24/1/2020 ) pagi.

Bupati Bangka Barat, Markus, SH., saat membuka rapat mengatakan, topik yang akan dibahas dalam rapat ini adalah tentang bantuan CSR, akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Ular serta tentang aset yang masih tumpang tindih antara Pemda dan PT. Timah.

Muat Lebih

” Aset ini saya berharap segera bisa ditindaklanjuti, karena masalah aset ini ada saling klaim, tumpang tindih karena PT. Timah juga mengklaim, jadi kami ingin ini bisa diselesaikan dengan baik dan cepat karena sesuai rapat kami dengan Tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI,
kami harus segera membereskan masalah aset yang dianggap masih tumpang tindih,” kata Markus diawal rapat.

Hal yang tidak kalah penting kata Bupati, mengenai akses jalan ke Tanjung Ular. Pemkab Bangka Barat ingin mengajukan pinjam pakai lahan PT. Timah di lokasi tersebut untuk jalan masuk ke area Pelabuhan Tanjung Ular.

Namun, karena Direksi PT. Timah tidak hadir dalam rapat, keputusan belum bisa diambil. Markus mengatakan, hari Senin mendatang pihak Pemda akan kembali mengundang PT. Timah guna membahas masalah tersebut.

” Senin nanti ada undangan lagi, saya minta Bapak sampaikan ke Direksi untuk hadir, Pak Dirutnya, yang bisa ngambil keputusan lah, karena ini penting mesti diselesaikan dengan cepat karena ini untuk menjalankan investasi di Bangka Barat sehingga dapat berjalan cepat,” cetusnya.

” Nggak masalah kami siap datang ke kantor PT. Timah karena kami mau cepat. Jadi tolong sampaikan, ini mesti segera kalau misalnya direksinya nggak sempat kami siap datang ke kantor PT. Timah. Atur lah waktunya, bila perlu di kantor Jakarta pun kami siap untuk pergi. Karena sesuai dengan hasil rapat Tim Korsupgah KPK ini segera harus diselesaikan masalah ini,” lanjutnya.

Markus juga meminta PT. Timah untuk ikut mendukung Program Pemda dengan Akademi Komunitas Presiden ( AKP ) guna membantu para pelajar kurang mampu agar bisa kuliah di AKP.

” Masalah CSR, kami ada program dengan Akademi Komunitas Presiden ( AKP ) Jababeka. Kami berharap ke depan PT. Timah bisa berkontribusi membantu anak – anak yang tidak mampu ini bisa kuliah di Akademi Vokasi Presiden Jababeka,” sambungnya.

Rapat juga dihadiri Pj. Sekda M. Effendi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Abimanyu, Kepala DPMPTSP, Rosdjumiati, Plt. Perkimhub, Helwanda, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Camat Muntok Sukandi dan lain – lain.

Sedangkan dari pihak PT. Timah, hadir
Kepala UPLB, Ali Samsuri, Kabag Aset, Suhartono, Divisi CSR PT Timah Tbk, Dodi, CSR Unmet PT Timah Tbk, Cecep Suryagama dan Kabid Government Relation, Rendi. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *