Dengan Honda Vario 150, Ku Taklukkan Puncak Bukit Mangkol

  • Whatsapp

Oleh: Romlan

Honda New Vario 150 memang luar biasa. Terbukti, motor matic ini mampu mencapai puncak Bukit Mangkol, Bangka Tengah, tempat dimana berdirinya Rilay atau tower pemancar siaran TVRI, Indosiar, XL, Indosat, Telkomsel, dan Rilay Komunikasi milik Polda Babel.

Muat Lebih

Sabtu (11/01/2020) siang, penulis menaiki puncak Bukit Mangkol mengendarai motor matic Honda New Vario 150. Setiap orang yang dijumpai di sepanjang perjalanan, selalu mengatakan jangan naik bukit pakai motor matic, karena belum pernah ada yang berhasil. Bahkan Junaidi, sahabat penulis, sehari sebelumnya juga menyatakan hal serupa.

“Kalau ada motor lain, sebaiknya jangan pakai motor Matic. Naik ke atas itu medannya berat bang,” ujar Junaidi via ponselnya, Jum’at malam.

Tapi penulis penasaran, benarkah motor matic tidak bisa naik bukit Mangkol?

Pukul 13.30 WIB Sabtu siang, penulis mulai memasuki Jalan Parit Tunghin, Desa Pedindang, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah. Jalan Parit Tunghin salah satu akses jalan menuju kawasan wisata alam Bukit Mangkol, Taman Hutan Rakyat Bukit Mangkol, Kelelak Nusantara Bukit Mangkol, dan PDAM Mangkol.

Ketika ujung aspal Jalan Parit Tunghin berakhir, roda motor mulai menapaki jalan tanah yang berlubang, becek, dan licin. Semakin jauh masuk ke dalam, jalanan semakin melemahkan semangat.

Sampai Di Titik Buta

Sesaat sebelum sampai di sumber air PDAM Mangkol, signal lost. Lokasi di sekitar sumber air PDAM itu merupakan Titik Buta. Tidak ada signal telephone, apalagi jaringan internet. Blind Point, itulah istilah untuk titik buta, dimana lokasi dimaksud tidak ada signal sama sekali.

Melewati Jalan Terjal, Licin, Dan berliku

Setelah lewat sumber air PDAM, kondisi jalanan semakin sulit. Motor Honda New Vario 150 yang biasanya jalan di aspal, siang ini mulai mendaki bukit terjal, jalanan yang licin dan berliku, serta tanjakan panjang hampir tanpa akhir. Bila tak punya semangat dan motivasi yang kuat, dipastikan akan balik kanan.

Imbauan dari orang yang bertemu di sepanjang jalan, agar penulis tidak naik Bukit Mangkol pakai motor Matic, semakin membuat penasaran untuk menjajal Bukit Mangkol pakai motor matic.

Sekitar 1 Kilometer sebelum sampai di tempat tujuan, di perjalanan bertemu dengan sahabat penulis, Junaidi, bersama seorang penjaga Rilay TVRI di Bukit Mangkol. Kami bertiga sempat mampir di kebun dan makan beberapa durian. Setelah makan durian, perjalanan kembali dilanjutkan.

Semakin mendekat lokasi Rilay atau tower pemancar TVRI, apa yang dikatakan Junaidi semakin nampak kebenarannya. Kondisi jalanan semakin menanjak, semakin terjal, licin dan berliku. Kondisi ban motor yang asli pabrikan ini sudah rada gundul, semakin mempersulit untuk melalui medan yang berat.

Apakah harus kembali? Atau tetap lanjut naik sampai ke puncak? Aaaaach, teruskan sajalah!

Dan akhirnya, meski sulit dan lelah, akhirnya penulis berhasil memecahkan rekor. Mencapai puncak Bukit Mangkol menggunakan motor matic Honda New Vario 150, yang belum ada satupun orang melakukannya.

Menurut Junaidi, baru penulis yang berhasil naik ke Bukit Mangkol pakai motor matic.

“Baru abang lah yang naik ke sini (Puncak Bukit Mangkol) pakai motor matic,” demikian Junaidi.

Sekitar dua jam bersantai sambil bercerita aneka ragam, menjelang petang penulis pamit untuk pulang.

Ketika turun, berbeda jauh dari perjalanan mendaki. Saat turun, kondisi motor banyak santai, hanya sesekali narik gas untuk naik bukit-bukit kecil. Sebelumnya ketika mendaki, gas motor hampir tiada henti dan hampir full ditarik, guna menaiki bukit yang terjal, licin dan berliku.

Alhamdulillah, sekira pukul 17:53 WIB, penulis tiba diujung aspal Jalan Parit Tunghin Desa Pedindang. Pengalaman mendaki Bukit Mangkol pakai motor matic New Honda Vario 150 hari ini, sangat luar biasa. Lelah memang, tapi ini mengasyikkan.

Tips Naik Bukit Mangkol Pakai Motor Matic

Bagi pembaca yang berminat mencoba menaiki Bukit Mangkol pakai motor matic, kondisi motor dan badan harus sehat dan prima, karena diperjalanan sampai ke puncak, tidak ada bengkel atau Puskesmas. Isi BBM full, karena diatas tidak ada penjual Premium atau Pertalite. Yang terpenting  jangan lupa pakai helm! (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *