Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Tambak Udang Di Belinyu Sudah Beroperasi

  • Whatsapp

BANGKA — Seumlah masyarakat Kecamatan Belinyu mendatangi Gedung DPRD Kabupatan Bangka, pada Senin (13/01/2020). Kedatangan masyarakat itu terkait beroperasinya tambak udang di Jalan Pahlawan XII Kecamatan Belinyu, yang berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman warga.

Kepada wakil rakyat yang menerimanya, masyarakat Belinyu tersebut menyatakan tambak udang itu diduga belum mengantongi Izin Usaha Perikanan (IUP).

Muat Lebih

Perwakilan masyarakat Belinyu tersebut diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Kabulaten Bangka, Ketua Komisi II Romlan, dan beberapa Anggota Dewan lainnya, serta turut hadir pihak dari perusahan tambak udang.

Dalam kesempatan tersebut, Romlan, selaku Ketua Komisi II DPRD Bangka mengatakan, ada beberapa izin yang memang belum ada, namun tambak udang itu sudah beroperasi.

“Ada beberapa izin belum bisa ditaati, kita kasih solusi supaya bisa bekerja sama antara masyarakat dengan pengusaha,” ungkapnya.

Untuk sementara, proses beroperasinya tambak tersebut dihentikan, sembari menunggu permasalahan sudah selesai.

“Di stop dulu sebelum izinnya lengkap, sebelum pihak-pihak terkait meberikan izinnya,” kata dia.

Nico, selaku perwakilan perusahaan tambak udang mengatakan, perusahaan sudah mensosialisasikan terkait dengan tambak udang itu.

“Sosialisasi pihak sana (perusahaan-red) sudah ada, tapi saya sendiri belum, izin awal sudah kita lengkapi seiring berjalannya waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Ruswanto, selaku masyarakat Kecamatan Belinyu yang terkena dampak dari beroperasi tambak tersebut mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan investor yang masuk di daerah Belinyu.

“Kami tidak ada yang namanya anti pengusaha, kita hanya bersikukuh untuk di kaji kembali, agar tidak terlau dekat dengan permukinan. Dan dampaknya yaitu bau dan nyamuk, karena di situ tempat kehidupan masyayarak,” ujarnya.

Ruswanto berharap agar aturan-aturan tersebut bisa di kaji ulang, agar tidak ada yang dirugikan dalam kegiatan itu.

“Harapan kami agar aturan-aturan ini dapat dikaji kembali, dan kami tetap mendukung investor atau pengusaha yang masuk. Intinya kami menolak segala tambak di Jalan Pahlawan XII, tapi kami tetap mendukung investor asal jangan di dekat pemukiman,” imbuhnya. (Sholihin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *