Direktur ‘Palsu’ Dicokok Polisi, Diduga Tipu Karyawan Sendiri

  • Whatsapp

BANGKA — Polsek Belinyu dikabarkan telah mengamankan NA alias Novi (25), berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B – 353 / VIII / TUK.7.2.4 / 2019 / Babel / Res Bangka / Polsek Belinyu / SPK, Tanggal 12 Agustus 2019.

Tersangka yang mengaku sebagai Direktur PT. Jaya Perkasa Migas Industri, diamankan oleh anggota Polresta Pangkalpinang pada saat berada di Penginapan JOY HOUSE Pangkalpinang, pada Jum’at (27/12/2019) dinihari lalu. Selanjutnya tersangka pelaku diserahkan ke Polres Bangka. Perkara dugaan penipuan dan pengelapan itu kemudian ditangani Polsek Belinyu, sesuai laporan polisi korban.

Muat Lebih

Novi diamankan polisi lantaran diduga melakukan penipuan atau penggelapan, sebagaimana diatur Pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Uniknya, yang menjadi korbannya yaitu Rahmatullah (32), warga Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, yang tak lain merupakan karyawan PT. Jaya Perkasa Migas Industri, dimana Novi merupakan Direktur di perusahaan tersebut.

Berdasarkan data yang diterima dari Polsek Belinyu, tersangka Novi berasal dari Desa Sri Tanjung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumsel. Di Bangka, dia juga tinggal di Jalan Timah Raya, Sungailiat, atau di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu.

Kapolres Bangka melalui Kapolsek Belinyu, AKP Surya Dharma menuturkan, kejadian dugaan penipuan atau penggelapan itu terjadi di toko burung milik Rahmatullah (32), di Kelurahan Kuto Panji, dan di ATM Bank Mandiri di Jalan Gajah Mada, Belinyu, pada tanggal 27 Juni 2019. Kejadian itu baru dilaporkan pada tanggal 12 Agustus 2019.

“Tersangka pelaku mengaku sebagai Direktur PT. Jaya Perkasa Migas Industri, yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu. Modusnya, tersangka pelaku mendatangi Rahmatullah, yang merupakan karyawan PT. Jaya Perkasa Migas Industri di toko burung milik korban, lalu menyampaikan maksud kedatangannya kepada korban untuk meminjam uang sebesar Rp 10 Juta, dengan alasan untuk renovasi kantor PT. Jaya Perkasa Migas Industri. Namun korban hanya bisa memberi pinjaman sebesar Rp.8.800.000,” ungkap AKP Surya Dharma di Belinyu, Rabu (06/01/2020).

Pemberian pinjaman itu, lanjut AKP Surya Dharma, karena korban percaya kepada tersangka pelaku yang mengaku Direktur PT. Jaya Perkasa Migas Industri. Kepada korban, tersangka pelaku berjanji akan mengembalikan pinjaman tersebut pada tanggal 25 Juli 2019.

Namun kenyataannya dikemudian hari, korban mengetahui jika PT. Jaya Perkasa Migas Industri merupakan perusahaan bodong. Hal itu diketahui pada tanggal 5 Agustus 2019, pada saat Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangka yang didampingi oleh Polisi, melakukan pengecekan terkait legalitas perusahaan tersebut, Novi justru melarikan diri melalui pintu belakang kantor.

“Akibat kejadian tersebut, Rahmatullah (korban) mengalami kerugian sebesar Rp.8.800.000. Dan gaji atau upah korban, serta para pekerja yang lain yang berkerja di PT. Jaya Perkasa Migas Industri yang berjumlah kurang lebih 50 orang, juga tidak dibayar oleh tersangka pelaku,” kata dia.

Penyidik juga mengamankan barang bukti di antaranya satu lembar kwitansi titipan uang kepada NA alias Novi dengan nominal sebesar Rp.8.800.000, tertanggal 27 Juni 2019, yang ditandatangani oleh tersangka pelaku, dan satu lembar rekening koran tertanggal 27 Juni 2019.

Diduga, masih banyak korban penipuan dan penggelapan tersangka Novi yang belum melapor ke Polisi. Untuk itu AKP Surya Dharma mengimbau, agar masyarakat yang merasa dirugikan dapat membuat laporan atau pengaduan ke Polsek Belinyu.

“Kayaknya korbannya banyak, tapi belum semuanya melapor. Kita imbau kepada yang merasa dirugikan, untuk membuat laporan atau pengaduan ke Polsek Belinyu. Itu akan kita terima dengan terbuka,” kata dia.

Kepada masyarakat, AKP Surya Dharma mengimbau agar mengecek dahulu legalitas perusahaan baru, yang membuka lowongan pekerjaan. Hal itu lantaran, banyak pekerja yang meninggalkan pekerjaannya yang terdahulu, kemudian bekerja di PT. Jaya Perkasa Migas Industri, dimana Novi diduga sebagai Direktur di perusahaan yang diduga palsu atau bodong tersebut.

“Kepada masyarakat kita mengimbau, agar mengecek dahulu legalitas perusahaan baru, yang membuka lowongan pekerjaan. Jangan langsung keluar dari pekerjaan yang lama, lalu melamar pekerjaan di perusahaan yang belum jelas legalitasnya. Karena banyak yang meninggalkan pekerjaannya yang terdahulu, kemudian bekerja di perusahaan Direktur palsu ini,” demikian AKP Surya Dharma. (Ed/Mg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *