Satu Ponton TI Rajuk Di Kolong Kenari Ditenggelamkan

  • Whatsapp
Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo

BANGKA TENGAH — Menanggapi aksi protes yang dilakukan warga Simpang Perlang, Kecataman Koba, beberapa waktu lalu, terkait masih adanya aktivitas penambangan pasir timah di Kolong Kenari, kawasan tambang Eks PT Kobatin, Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo memimpin langsung penertiban Tambang Rajuk yang diduga beraktivitas secara ilegal di tersebut.

Hasilnya, satu set Ponton TI Rajuk ditenggelamkan, pada Senin (06/01/2020).

Muat Lebih

“Di kolong ini sering dilakukan penambangan liar oleh para penambang, yang mana status lahannya merupakan kawasan tambang Eks Kobatin, aset yang sepenuhnya di kuasai pemerintah daerah. Dan ini potensi konflik yang sering terjadi di daerah ini, sehingga kita tidak bosan-bosannya melakukan pebertiban, serta penindakan terhadap penambang ilegal ini. Seperti yang rekan-rekan lihat, salah satu ponton kita tengelamkan. Ini sebagai bukti, bahwa Kepolisian Resort Bangka Tengah sangat serius melakukan tindakan tegas,” kata AKBP Slamet Ady Purnomo, usai melakukan penertiban TI Rajuk di Kolong Kenari.

Dia melanjutkan, pihaknya akan tetap melakukan penindakan selama masih ada penambangan liar di kawasan ini.

“Selama masih ada penambangan di kawasan ini, kita akan tetap melakukan penertiban dan penindakan. Untuk pemilik ponton yang kedapatan masih beroperasi di sini, sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan, serta pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti yang sudah kita sita, dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tuturnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan lagi penambangan di kawasan tersebut. Karena kawasan tersebut merupakan aset pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah.

“Untuk para penambang, kami dari Jajaran Polres Bangka Tengah menghimbau untuk tidak lagi menambang di kawasan ini. Karena kawasan ini aset pemerintah daerah dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah, sehingga kita harus menjaga situasi Kamtibmas di wilayah ini, dimana adanya kontra di masyarakat sekitar dengan adanya penambangan ini. Saya berharap tidak ada lagi penambangan dengan cara curi-curi kesempatan dimalam hari, karena akan kita pantau terus,” kata dia. (Yan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *