Tolong Pak, Ponton Kami Jangan Dibongkar Dulu!

  • Whatsapp

BANGKA — Personil gabungan dari Polres Bangka, Kipan B Sungailiat, Koramil Sungailiat, dan Satpol PP Kabupaten Bangka, tetiba kedatangan seorang perempuan, yang meminta kepada petugas agar tidak membongkar paksa pontoon TI Rajuk miliknya

Siang ini, Kamis (23/01/2020), puluhan personil gabungan itu sedang menyasar aktivitas penambangan timah yang diduga illegal menggunaan TI Rajuk di kawasan hutan lindung Sungailiat – Mapur, tepatnya di lokasi eks tambang Kwarsa Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat.

Muat Lebih

“Permisi pak, mohon maaf sebelumnya, ini razia pantai atau apa, ya? Kalau mau razia TI, tolong pak, TI kami jangan dibongkar dulu, biar kami bongkar sendiri pak,” tanya perempuan yang tidak menyebutkan namanya itu, seraya menunjuk kearah pontoon TI Rajuk miliknya yang memang dalam keadaan tidak bekerja.

“Itu ponton kami pak, yang tidak kerja itu. Kami memang sudah mau pindah, karena di sini hasilnya kurang pak,” imbuhnya.

Penambang lainnya yang ditemui di lokasi, Aciw, juga menyatakan kesediaannya untuk membongkar sendiri peralatan TI Rajuk miliknya.

“Iya pak, kami memang sudah mau pindah dari sini pak, kerja di sini hasil kurang. Saya minta waktu pak, saya akan bongkar sendiri,” kata Aciw memohon, supaya TI Rajuk miliknya tidak dibongkar paksa oleh petugas.

Kepada para penambang, KOMPOL Faisal Fatsey dan tim gabungan mengimbau agar para penambang segera berhenti menambang timah di lokasi terlarang tersebut, dan diminta untuk membongkar sendiri peralatan tambangnya, sebelum dibongkar paksa oleh petugas.

“Kita imbau saja, agar mereka bongkar sendiri peralatan tambangnya,” ujarnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *