Tukang Gorden Diamankan Warga, Diduga Cabuli Anak Konsumennya

  • Whatsapp
Tersangka MUl (45), pakai baju tahanan Polsek Belinyu

BANGKA — Mul (45), warga Kecamatan Belinyu, damankan warga dan diserahkan ke Polsek Belinyu, lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap anak yang masih dibawah umur, sebagaimana Laporan Polisi LP / B – 41 / I / TUK.7.2.4 / 2020 / BABEL / RES BANGKA / SEK BELINYU / SPK Tanggal 20 Januari 2020.

Tukang Gorden itu diamankan oleh orang tua korban bersama warga, saat sedang berada di Toko Gorden tempatnya bekerja, pada Senin (20/01/2020) petang.

Muat Lebih

Kapolres Bangka melalui Kapolsek Belinyu AKP Surya Dharma Putra, membenarkan kabar penangkapan terhadap Mul tersebut.

” Iya, ada laporan itu dan ditindaklanjuti sama Unit Reskrim Polsek Belinyu,” ungkapnya, Selasa (21/01/2020).

AKP Surya Dharma menuturkan, aksi bejat Mul dilakukan di kediaman orang tua korban, pada Senin (20/01/2020) sekira pukul 13.30 WIB. Saat itu terduga pelaku bersama bersama rekannya RAP alias Ipang, menerima Job pemasangan gorden yang dipesan oleh orang tua korban.

Saat proses pemasangan Gorden itu, ternyata kawat untuk memasang gorden tertinggal. Saksi Ipang lalu kembali ke Toko Gorden miliknya, sedangkan ibu korban sedang keluar untuk menjemput kakak korban di sekolah.

Pada saat saksi Ipang mengambil kawat gorden, di ruang tamu rumah orang tua korban hanya ada korban dan Mul (terduga pelaku). Korban pada saat itu sedang duduk diatas kursi goyang, lalu Mul mendekati korban.

Suasana rumah yang sepi, membuat Mul leluasa berbuat tidak senonoh kepada korban. Tidak lama kemudian ibu korban pulang ke rumah, Mul melanjutkan memasang Gorden.

Setelah Mul pergi dari rumah orang tua korban, korban yang masih duduk di Kelas VI Sekolah Dasar itu baru berani bercerita kepada ibunya, tentang perbuatan Mul kepada dirinya.

Tak terima anaknya dicabuli, orang tua korban bersama-sama dengan korban mencari terduga pelaku. Mul ditemukan di Toko Gorden tempatnya bekerja.

Melihat kedatngan korban bersama orang tuanya, Mul diduga berusaha melarikan diri. Orang tua korban lalu meminta bantuan warga sekitar untuk mengamankan terduga pelaku, selanjutnya diserahkan ke Polsek Belinyu.

Akibat kejadian tersebut korban merasa takut, badan gemetaran dan merasa trauma.

Mul dijerat Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun. (Ed/Mg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *