Umran Tewas Tersengat Listrik di Pohon Petai Setinggi 15 Meter

  • Whatsapp
Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan beserta Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa dikediaman almarhum Umran, Jalan Belak Dusun 3 Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kamis ( 2/1/2020 ).

BANGKA BARAT — Tahun baru 2020 menjadi akhir perjalanan hidup Umran ( 50 ), warga Jalan Belak Dusun 3 Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Pria paruh baya ini ditemukan meninggal dunia tersengat aliran listrik, Kamis ( 2/1/2020 ) pagi.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Umran tersebut dia alami saat ia hendak memetik buah petai di pinggir jalan dekat jembatan Desa Belo Laut. Umran tidak menyadari pohon petai tersebut berdekatan dengan kabel listrik.

Muat Lebih

Menurut informasi dari Humas Polres Bangka Barat, pada saat itu korban menggunakan galah bambu yang basah sehingga aliran listrik langsung menyengat korban, akibatnya korban meninggal di tempat diatas cabang pohon petai setinggi kurang lebih 15 meter.

Jenazah Umran pun dievakuasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Belo Laut dan anggota piket Polsek Muntok ke RSUD Sejiran Setason, selanjutnya dibawa pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Kejadian yang menimpa Umran menjadi perhatian Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan serta Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa. Kedua petinggi Polres dan Kodim ini menyempatkan hadir dirumah duka.

Kapolres mengatakan, sambang duka ini merupakan salah satu program Kepolisian yang bertujuan agar kehadiran Polisi ditengah-tengah masyarakat lebih dirasakan, tidak hanya pada saat masyarakat bergembira, tetapi juga saat mengalami musibah.

” Tentunya, kita peduli kalau ada warga yang tertimpa musibah. Kami turut berduka cita yang sedalam – dalamnya. Semoga almarhum diterima amal ibadah di sisi Allah, SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Adenan. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *