Lubang Camui 9 Meter Telan Korban Jiwa

  • Whatsapp
Lokasi tambang timah diduga milik Iq di Dusun Tirus, Desa Riau, Kecamatan Riau Silip, yang menewaskan Warto alias Ucrit. Foto: Istimewa
  • Dua Unit PC Merek Hitachi Diamankan Polsek Riau Silip

BANGKA — Polsek Riau Silip dikabarkan menangani kasus kecelakaan kerja di tambang timah yang diduga ilegal, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah, pada Selasa (04/02/2020) petang kemarin.

Berdasarkan informasi dan data yang diterima dari Kabag Ops Polres Bangka, KOMPOL Faisal Fatsey, tambang timah yang diduga ilegal itu berada di Dusun Tirus, Desa Riau, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

Muat Lebih

Tambang timah itu dikabarkan milik Iq (45), warga Kecamatan Belinyu. Sementara pekerja yang meninggal dunia atas nama Warto alias Ucrit (37), warga Simpang Tiga, Kecamatan Belinyu.

Kapolres Bangka melalui Kabag Ops KOMPOL Faisal Fatsey menuturkan, peristiwa bermula pada saat korban sedang bekerja di kolong dengan kedalaman 9 meter.

Pada saat korban sedang menyemprot tanah yang mengandung timah, tiba-tiba tanah dari atas mengalami longsor dan langsung menimpa korban.

Teman kerja korban, Nurdin (45) dan Roji (35), berupaya untuk menolong, namun nyawa korban tak bisa lagi diselamatkan, dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah menerima informasi, Kapolsek Riau Silip IPTU Jumpatua bersama anggotanya, langsung ke lokasi kejadian guna melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan.

Tiba di lokasi, IPTU Jumpatua bersama anggotanya menemukan peralatan yang digunakan dalam kegiatan penambangan timah. Di antaranya 2 unit alat berat merek Hitachi warna orange, 1 unit mesim mobil PS, 1 unit mesin diesel.

Dua unit unit alat berat merek Hitachi itu sudah diamankan di Polsek Riau Silip, sebagai barang bukti. Kedua unit alat berat itu tiba di Mapolsek Riau Silip, pada Rabu (05/02/2020) sekira pukul 03.00 WIB dinihari tadi.

Sejumlah saksi-saksi juga sudah dimintai keterangannya. Dari keterangan saksi-saksi tersebut, diduga tambang milik Iq tersebut sudah beroperasi kurang lebih 2 bulan.

Sumber media ini menyebutkan, pengurus tambang inisial Ar sekaligus pemasok alat berat ke lokasi tambang itu, juga sudah diamankan di Polsek Riau Silip guna dimintai keterangannya.

Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono menyatakan, tindak lanjut kasus laka tambang itu menunggu hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan.

“Tunggu hasil tindak lanjut olah TKP dan (hasil) pemeriksaannya,” ujar AKBP Aris Sulistyono, Rabu pagi. (Red)

Dua unit alat berat merek Hitachi yang diamankan Polsek Riau Silip dari lokasi tambang milik Iq yang diduga ilegal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *