Modus Minta Antar, Seorang Pria Cabuli Anak Dibawah Umur

  • Whatsapp
Terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur diamankan di Mako Polres Bangka Barat, Rabu ( 5/2/2020 ).

BANGKA BARAT — Dengan modus minta diantar ke kebun singkong oleh korbannya, seorang pria paruh baya berinisial ST alias TM ( 56 ), buruh tani nekad melakukan pencabulan tehadap anak dibawah umur.

Diduga ST melakukan aksi tidak terpuji itu di Kebun Singkong di area  perkebunan kelapa sawit salah satu perusahaan swasta di Kecamatan Muntok, pada Selasa ( 12/11/2019 ) silam.

Muat Lebih

” Modusnya, pelaku minta diantar oleh korban ke kebun singkong miliknya dengan menggunakan sepeda motor,” jelas Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan, Rabu ( 5/2/2020 ).

Namun, setibanya di kebun singkong, korban yang baru berusia 13 tahun itu diduga malah mengalami pencabulan oleh tersangka pelaku, ST alias TM.

Pihak keluarga korban selanjutnya melaporkan kejadian yang dialami Bunga ke Polres Bangka Barat. Namun ST alias TM keburu melarikan diri, sebelum diamankan polisi.

Setelah diburu beberapa bulan, Tim Garuda bersama anggota Unit Idik IV Polres Bangka Barat berhasil mendapatkan informasi tempat persembunyian pelaku.

Kapolres mengungkapkan, Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan ini berhasil mengamankan ST alias TM yang bersembunyi di sebuah rumah di depan RSUD Sejiran Setason Bangka Barat,  Rabu ( 5/2/2020 ) dini hari.

Kini pelaku diamankan di Mako Polres Bangka Barat guna penyelidikan lebih lanjut.

Dengan adanya kejadian tersebut, Kapolres menghimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar selalu waspada dan tidak lengah mengawasi anak – anaknya.

” Di himbau kepada orangtua untuk mengawasi anaknya apa lagi maraknya terjadi kasus pencabulan, selalu awasi anak – anak dan tetap waspada,” himbau Adenan. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan ke Yudha Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

    1. Menurut rilis dari Humas Polres Bangka Barat, kejadian tanggal 12 September 2019. Terduga pelaku baru ditangkap tanggal 4 Februari 2020. Kalau bukan sembunyi, kemana saja terduga pelaku selama 4 bulan itu?