Mucikari Mi Divonis 3 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Humas PN Sungailiat, Raden Narendra Mohni, SH. MH

BANGKA — Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara eksploitasi anak dibawah umur dengan terdakwa Mi, menjatuhkan vonis selama 3 tahun penjara kepada terdakwa.

Vonis itu dibacakan dalam sidang tertutup, yang dipimpin Dewi Sulistiarini selaku Hakim Ketua.

Muat Lebih

Demikian diungkapkan Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1B Sungailiat, melalui Humas Raden Narendra Mohni, pada Kamis (13/02/2020) petang.

“Putusan Mi 3 tahun (penjara) dan denda Rp 2 juta, dengan ketentuan apabila (denda) tidak dibayar, diganti kurungan 3 bulan,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Kiki itu, mengungkapkan alasan atau pertimbangan yang memberatkan hukuman terdakwa.

“Perbuatan (terdakwa) tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perbuatan terdakwa bertentangan dengan norma-norma yang hidup dalam masayarakat, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program Pemkab Bangka yang sedang giat-giatnya berupaya mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak, perbuatan terdakwa termasuk merampas hak-hak anak,” bebernya.

Adapun pertimbangan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama sidang, dan mengakui kesalahannya.

Masih kata Kiki, atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut, terdakwa dan Jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir.

“Terdakwa dan jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir,” kata dia.

Dikabarkan sebelumnya, pada akhir Oktober 2019, Unit Reskrim Polsek Sungailiat mengungkap kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual terhadap anak dibawah umur, sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/B-1429/X/2019/Babel/Res Babar/Sek Sungailiat, tanggal 28 Oktober 2019.

Pelapor Yu (34), warga Kota Pangkal Pinang. Korban SA (14), yang tak lain adalah anak pelapor.

Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, Penyidik Unit Reskrim Polsek Sungailiat menetapkan Mi (21), warga Sungailiat, yang diduga sebagai mucikari.

Mi didakwa melanggar Pasal 88 Juncto Pasal 76I Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undnag-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *