Potensi Pantai Radji untuk Mendunia Luput dari Perhatian Disparbud Babar

  • Whatsapp
Warga negara Australia pada 76th Anniversary Commemoration Service Remembering The Heroism And Sacrifice of the Australian Army Nurses di Pantai Radji, Muntok pada bulan Februari 2018 silam. ( Foto: Chamcie Abiem )

Oleh: Chamcie Abiem

Mungkin Pantai Radji atau Teluk Inggris yang terletak di Kelurahan Tanjung ( sebelum pemekaran ) Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat tidak terlalu istimewa bagi penduduk setempat. Pantai ini juga tidak setenar Pantai Tanjung Kalian yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Bangka Barat dengan mercu suarnya yang ikonik.

Muat Lebih

Pantai Radji hanya dikenal sebagai tempat untuk mencari ikan. Selebihnya, pantai ini hampir terlupakan dan tidak masuk dalam daftar tujuan wisata Kabupaten Bangka Barat.

Meskipun terlupakan di negeri sendiri, nama Pantai Radji cukup berkilau di dunia luar, terutama di Australia. Negeri kanguru itu ternyata punya keterkaitan sejarah yang cukup kuat dengan pantai yang mereka sebut Radji Beach ini.

Setiap tahun tanggal 16 Februari, pantai yang terletak kurang lebih 25 kilometer dari kota Muntok ini selalu dikunjungi warga Australia. Bahkan dua tahun lalu tepatnya tahun 2018, Michael Noyce, salah satu warga negara Australia membangun sebuah monumen kecil di pantai tersebut melalui Muntok History Volunters Group ( MHVG ).

Apa yang membuat warga Australia sangat perhatian dengan Pantai Radji?

Ikatan batin Australia dengan Pantai Radji dimulai pada hingar bingar Perang Dunia ke – II, tahun 1942.

Tanggal 12 Februari 1942, Singapura menjadi ladang pembantaian setelah berhasil dikuasai tentara Jepang. Ratusan orang dievakuasi, termasuk 65 perawat Australia yang bertolak dari Singapura dengan kapal Vyner Brooke.

Namun kapal ini tidak pernah berlabuh dengan selamat. Saat tiba diperairan Pulau Bangka, kapal yang dibuat tahun 1928 di Edinburgh, Skotlandia oleh Ramage & Ferguson, Ld. Lth ini dibombardir pesawat tempur Jepang hingga tenggelam.

Penumpang kapal yang luput dari maut mendarat di pantai Pulau Bangka. Diantara penumpang kapal yang selamat terdapat 22 perawat Australia yang terdampar di Pantai Radji, dan memilih untuk menyerah kepada tentara Jepang.

Malangnya, meskipun telah menyerah, para perawat itu tetap dieksekusi dan di tembak mati oleh tentara Jepang di Pantai Radji. Peristiwa ini terjadi tanggal 16 Februari 1942. Vivian Bullwinkel, satu – satunya perawat yang berhasil selamat dari pembantaian tersebut, membuka tragedi kelam yang mereka alami ke dunia internasional.

Dilatarbelakangi kisah menyedihkan itu, keluarga dan anak cucu 22 perawat Australia yang tewas pada tragedi itu datang ke Pulau Bangka menelusuri jejak sejarahnya. Tidak hanya Pantai Radji, jejak sejarah Perang Dunia ke – II yang melibatkan warga Australia juga tercecer di beberapa tempat di kota Muntok, diantaranya Pantai Tanjung Kalian, Pelabuhan Lama Muntok dan Kampung Keranggan Atas.

Melihat latar belakang sejarahnya, Pantai Radji menyimpan potensi yang besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

Menurut Sekretaris 1 Bidang Politik Kedutaan Besar Australia, Matthew Barclay dalam kunjungannya ke Muntok tanggal 16 Februari 2018 silam, warga Australia telah melakukan ritual peringatan tragedi Perang Dunia ke – II di kota Muntok sejak tahun 90-an.

Dia menegaskan, hal itu ditandai dengan sebuah monumen di Pantai Tanjung Kalian yang diresmikan tahun 1993.

Meski demikian, jumlah warga Australia yang berkunjung ke Bangka Barat sejak tahun 2017 hingga 2019 tidak menunjukkan angka yang fantastis. Jumlahnya hanya berkutat pada angka puluhan saja.

Padahal bila mata Pemerintah Daerah terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat jeli, potensi yang dimiliki Pantai Radji bisa dioptimalkan agar angka wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kota Muntok dapat terus meningkat.

Seperti tahun 2020 ini, tepatnya tanggal 14 Februari, bukan hanya warga Australia saja yang akan berkunjung, tapi beberapa negara lain seperti Selandia Baru, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Kanada juga akan hadir dalam peringatan tragedi Perang Dunia ke – II di kota Muntok, termasuk salah satu pemeran tragedi Pantai Radji, Jepang juga akan hadir. Kesempatan Pantai Radji untuk lebih ” mendunia ” terbuka lebar.

Mirisnya, meskipun tiap tahun menjadi perhatian dunia, Pantai Radji masih terbengkalai. Akses jalan menuju kesana masih ” buruk rupa ” sehingga sulit untuk dilalui. Pantai Radji seolah ” anak tiri ” yang terlupakan begitu saja.

Pemda Bangka Barat, terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hanya menjual produk yang itu itu saja tanpa berani berinovasi dan membaca potensi lain yang bisa mendukung citra kota sejarah yang disematkan kepada kota Muntok tercinta ini.

Padahal potensi itu ada di Pantai Radji, sebutir mutiara yang menanti untuk digarap menjadi sesuatu yang sangat berharga, sebutir mutiara yang akan memalingkan mata dunia untuk melihat lebih tajam ke Bumi Sejiran Setason. ( *** )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *