Hermanto Resmi Ditahan, Kasi Pidsus Beberkan Dugaan Korupsi Yang Menjeratnya

  • Whatsapp

BANGKA — Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka, resmi melakukan penahanan terhadap Hermanto, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada proyek peningkatan jalan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Babel.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka R. Jeffri Huwae, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Aditia Sulaeman, Senin ( 16/3/2020) di Kantor Kajari Bangka.

Muat Lebih

“Hari ini Kajari Bangka resmi menetapkan Hermanto sebagai tersangka, terkait proyek peningkatan jalan BPTP, serta melakukan penahanan di LP bukit semut. Tersangka merupakan pelaksana proyek tersebut dengan nilai 1,1 Miliar tahun 2019, sumber angaran dari APBN oleh CV. Gelobal Indo Nusantara,” ungkap Aditia Sulaeman.

Dijelaskan Aditia Sulaeman, indikasi yang dilakukan tersangka pengerjaannya tidak rampung seperti Rancangan Anggaran Belanja ( RAB ), namun anggara sudah dicairkan seratus persen.

“Pekerjaan tidak terlaksana seratus persen, baru dikerjakan selitar 45 persen. Salah satu pekerjaan tidak terlaksana pengaspalan, sedangkan dana sudah dicairkan dana 100 persen. Sekarang tersangka baru satu orang, berpotensi tersangka baru, kerugian negara ditaksir sekitar Rp. 500 juta rupiah,” terangnya.

Dalam pengembangan perkara tersebut, lanjut Aditia, sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Pidus Kejari Bangka.

“Saksi yang sudah kita mintai keterangan yakni: KPA, PPK, PPSPM, Pengawas Lapangan. Tersangka dijerat primair Pasal 2 juncto Pasal 18 juncto Pasal 55 KUHP, subsiser Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 satu tahun penjara,” kata dia. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *