Liputan Khusus: Wawancara Dengan dr. Hendra, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat

  • Whatsapp
Juru bicara Covid - 19 dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, dr. Hendra di Kantor PMI Bangka Barat, Rabu ( 25/3/2020 ) siang.

BANGKA BARAT — Pandemi Coronavirus Disease 2019 ( Covid – 19 ) di Indonesia, semakin meluas. Meskipun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum ditemukan kasus positif virus Corona, namun berbagai upaya pencegahan penularan virus berbahaya itu terus dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan segala daya, apalagi di Kota Muntok sebagai ibukota kabupaten terdapat Pelabuhan Tanjung Kalian, yang merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Bangka.

Muat Lebih

Apa saja upaya yang telah dilakukan Pemkab Bangka Barat? Berapa anggaran yang disiapkan? Bagaimana kesiapan tenaga medis dan rumah sakit yang ada?

Berikut petikan wawancara kabarbangka.com dengan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, sekaligus Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, dr. Hendra, Rabu ( 25/3/ 2020 ).

Selain yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, apa saja langkah-langkah atau kebijakan yang sudah dan akan dilakukan Pemda dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran virus Covid-19?

“Pertama kita bagi dua ya, pencegahan sama pengobatan. Pencegahannya kita sudah mulai dengan sosialisasi, nah waktu pertama itu pun kita sudah lakukan saat senam Pemda hari Jum’at itu kita sosialisasi tentang Covid sekaligus cara mencuci tangan”.

“Kemudian kita juga kerjasama dengan Provinsi, itu kita turun ke kecamatan – kecamatan sosialisasi juga tentang Covid, diikuti himbauan untuk melakukan Gerakan Masyarakat Sehat ( Germas ). Kemudian kita ulangi lagi di Pemda waktu itu hari Rabu kita adakan apel bersama pegawai seluruh, itu kita berikan himbauan tentang pencegahan Covid, cara memakai masker dan cuci tangan”.

“Kita juga mencetak spanduk – spanduk, poster, rencananya kita akan tempel dan kita sebar di seluruh kecamatan di Bangka Barat. Ini pun baliho sudah ada beberapa yang tampil, seperti yang dari Kominfo. Dinkes sendiri sudah mencetak cuma infonya belum jadi deh, karena kami juga akan sosialisasi di tempat – tempat umum”.

“Terkait dengan disinfektan, ini juga sebenarnya minggu kemarin kita sudah lakukan ( penyemprotan ) di Polres, ada juga di Samsat, tempat – tempat layanan umum, di Dinas Satu Pintu kita lakukan penyemprotan”.

“Kemarin memang sudah dijadwalkan penyemprotan di beberapa tempat tapi karena hujan terpaksa kita tunda. Hari ini kita melakukan penyemprotan di pasar, dipimpin langsung Gugus Tugas Covid dengan Pak Bupati kita akan melakukan penyemprotan”.

“Nah, untuk pengobatan kita sudah koordinasi dengan pihak Rumah Sakit, Puskesmas untuk menggerakkan surveillance. Artinya kalau ada laporan warga atau ada warga yang terindikasi ODP, Orang Dalam Pemantauan, itu kita lakukan surveillance kerumah. Nah, di RSUD Sejiran Setason pun kita coba lengkapi dari fasilitas isolasi, APD-nya ( Alat Pelindung Diri ), SOP ( Standar Operasional Prosedur ) yang nanti akan mereka lakukan kalau memang mereka nanti menerima pasien PDP. ( Pasien Dalam Pengawasan )”.

Berapa anggaran yang disiapkan?

“Minggu lalu sudah diminta Pak Bupati untuk kita menghitung anggarannya, ini yang dari sektor kesehatan ( Dinkes ) saja ya, kami sebenarnya mengajukan untuk belanja alat – alat itu sekitar 1,6 milyar, belanja insentif untuk tenaga kesehatan itu sekitar 1,5 milyar. Tapi ini memang saya minta di review ulang karena dari Provinsi ( Pemprov Babel ) juga menyiapkan anggaran. Agar tidak ada anggaran yang saling tumpang tindih, nah ini saya minta dilihat lagi, kalau memang sudah dianggarkan Provinsi kita tidak perlu lagi, jadi agar memang ini lebih tepat sasaran”.

Adakah bantuan dana dari pusat?

“Pusat dia tidak memberikan dana, tapi menurut informasi mereka memberikan APD, jadi informasi dari Provinsi kemarin sudah datang APD ada beberapa, tapi ini memang baru dikhususkan untuk RSUP sama RS Tanjung Pandan karena mereka sebagai dua rumah sakit yang ditunjuk untuk rumah sakit rujukan Kepulauan Provinsi Bangka Belitung”.

Siapa saja yang dilibatkan dalam tim penanganan virus Covid-19?

“Semua, jadi kita sudah membentuk Gugus Tugas untuk Covid ini diketuai oleh Kepala BPBD, seluruh OPD juga kita libatkan. Jadi terkait penanganan Covid ini kita tidak hanya bicara masalah kesehatan tapi masalah logistik, kemudian pergerakan orang, kita juga melibatkan Forkopimda, dari Dandim, Kapolres kita libatkan juga karena pergerakan orang ini yang sebenarnya menjadi titik utama yang kita pantau, karena pergerakan orang yang keluar masuk, ya siapa tahu, mudah – mudahan nggak ada ya, itu yang bisa jadi yang membawa virus”.

Sejauh ini, sudah berapa ODP dan PDP?

“Sampai pagi ini ODP ada 12 dan PDP ada 2 orang. Kalau yang ODP ini satu orang sudah selesai masa pemantauan. Jadi 11 yang masih dalam pemantauan”.

Bagaimana solusi Pemkab dalam menyikapi dan mengatasi kelangkaan Masker dan Hand Sanitizer?

“Kita sudah coba koordinasi, ini sebenarnya masih di konsep ya, jadi kita kemarin sudah diminta untuk buat surat ke Pusat ( Pemerintah Pusat ) agar kita mengajukan permintaan – permintaan termasuk rapid test dari Pusat agar kita bisa dapat, nah untuk masker dan hand sanitizer sendiri memang dari Provinsi juga mengajukan kita untuk mencari”.

“Jadi memang sudah ada distributor yang saya hubungi, tetapi karena kelangkaan barang kadang – kadang kita tidak dapat bagian dan saya masih ragu – ragu karena harganya tadi, masker sekarang harganya bisa 200 hingga 300 ribu satu box yang dulu hanya 25 ribu. Jadi saya masih menunggu tim pendampingan ( Kejaksaan ). Rencananya besok kan setelah masuk kerja saya ingin koordinasi dengan tim tersebut”.

Apakah masih ada keterangan atau informasi tambahan yang ingin disampaikan?

“Informasi tambahan, saya tetap menghimbau, Covid atau Corona ini kita tidak bisa lihat pakai mata biasa, jadi salah satu upaya yang bisa mencegahnya adalah sebenarnya simpel”.

“Pertama kita lakukan jaga jarak, kita tidak tahu yang bersangkutan itu membawa virus atau tidak tapi kita lebih baik berhati – hati. Kita menjaga jarak sekitar satu meter sampai satu setengah meter”.

“Kemudian kita rajin cuci tangan, artinya kita lakukan pembersihan tangan setiap kali kita mau masuk rumah atau sebelum makan atau pun memang habis dari mana, kita melakukan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik atau pakai hand sanitizer. Hindari menyentuh muka, kadang – kadang kita tidak sadar menyentuh mata hidung dan mulut, nah itu yang membuat virusnya masuk”.

Demikian dr. Hendra, semoga Bangka Belitung dan kita semua tidak terbebas dari penyebaran corona. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *