Massa Minta Mobil Pengangkut Ubi Keluar Dari Pabrik

  • Whatsapp

BANGKA — Puluhan warga Kenanga, Kecamatan Sungailiat, meminta mobil pengangkut ubi casesa yang sudah berada di lingkungan pabrik tapioka PT BAA, untuk segera keluar dari pabrik tersebut.

Koordinator massa, Yuniotman mengatakan, pihaknya tidak akan berbuat anarkis. Tujuan massa berkumpul hanya untuk meminta mobil yang membawa ubi ke pabrik PT BAA, agar segera keluar dari pabrik.

Muat Lebih

Menurutnya, tuntutan itu menyikapi imbauan Bupati Bangka tanggal 17 Maret 2020, agar PT BAA menghentikan sementara operasional pabrik tersebut, sambil menunggu keputusan dari Gubernur Babel.

Menanggapi aspirasi massa yang disampaikan Yuniotman, Kapolsek Sungailiat IPTU Alvino Cahyadi, mengimbau agar massa segera membubarkan diri. Mengingat saat ini negara sedang dalam musibah nasional, yaitu penyebaran virus corona.

“Saya minta bapak-bapak segera membubarkan diri, pulang ke rumah masing-masing, karena negara kita sedang menghadapi musibah nasional penyebaran virus corona,” kata dia.

IPTU Alvino juga mengingatkan adanya Maklumat Kapolri, agar menghindari kumpulan massa dalam bentuk dan kegiatan apapun. Lagi-lagi itu guna menghindari penyebaran Covid-19, virus yang sudah menewaskan ribuan orang.

Sekira pukul 21.00 WIB, massa yang awalnya berkumpul di gerbang Perumahan Pegawai Negeri Sipil di Jalan Raya Kenanga, mulai bergerak masuk ke dalam lingkungan pabrik.

Gerakan massa mendapat pengamanan dari Polsek Sungailiat dan Satpol PP Kabupaten Bangka. Nampak hadir Kasat Intelkam Polres Bangka, AKP David Charlie, didampingi Kapolsek Sungailiat IPTU Alvino Cahyadi.

Humas PT BAA, Sulaiman, saat dihubungi mengatakan, sopir mobil pengangkut ubi yang ada di pabrik sudah pada pulang. Para sopir memang sudah biasa meninggalkan mobilnya terparkir di lingkungan pabrik.

“Sopirnya sudah pulang. Mereka memang biasa tinggalkan mobilnya di sini, besok baru datang lagi,” kata dia.

Pantauan kabarbangka.com di lapangan, satu persatu mobil pengangkut ubi keluar dari lingkungan pabrik tapioka PT BAA. Sementara massa masih menunggu di luar pagar.

Setiap mobil yang keluar dari areal pabrik, massa yang dipimpin Yuniot dan Usman itu juga melarang para sopir membawa ubi ke pabrik tapioka PT BAA.  Sekira pukul 23.15 WIB, massa berangsur membubarkan diri. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *