Penyidik Panggil Delapan Terlapor, Ratusan Massa Gelar Aksi Solidaritas

  • Whatsapp

* Dipanggil Untuk Memberikan Keterangan Sebagai Saksi

BANGKA — Penyidik Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Bangka, dikabarkan melayangkan surat penggilan kepada delapan orang terlapor dalam perkara dugaan melakukan kekerasan secara bersama-sama, sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHPidana.

Muat Lebih

Dalam kasus ini, penyidik Satreskrim menindaklanjuti laporan korban, Ali dan Gusti, warga Kelurahan Matras, selaku pihak pelapor.

Namun tak dinyana, kabar pemanggilan terhadap delapan orang terlapor itu menyebar luas, diduga menjadi pemicu aksi unjuk rasa ratusan massa, sebagai bentuk solidaritas terhadap rekannya yang tersangkut kasus hukum.

Kedelapan orang terlapor itu di antaranya Rohim, Septiadi Saputra, Riesta Marwan, Abdul Kadir, Rudiyanto, Achmad Muslimin, Dul Amit, dan Arifin, semuanya warga Kelurahan Matras.

Kapolres Bangka melalui Kabag Ops KOMPOL Faisal Fatsey membenarkan adanya pemanggilan terhadap kedelapan orang terlapor tersebut. Menurutnya, para terlapor dipanggil menghadap penyidik, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, atas laporan Ali dan Gusti, bulan Desember 2019 lalu.

“Memang delapan orang itu dipanggil penyidik, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi,” ungkap KOMPOL Faisal Fatsey, Jum’at (13/03/2020) malam.

Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono menuturkan, Polres Bangka hanya menindaklanjuti aduan sesuai SOP, namun ada penolakan dari kelompok massa aksi, yang tidak terima rekan mereka diproses hukum.

Dia juga menegaskan, bahwa kedatangan ratusan massa yang menggelar aksi solidaritas itu tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Namun demikian, kedatangan massa tetap diterima, dan diberikan penjelasan secara humanis.

“Masa datang langsung audensi, karena kegiatannya tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Namun tetap diterima, dan dijelaskan secara humanis,” kata dia. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *