4 PNS DKP DIJEBLOSKAN KE LAPAS TUATUNU

  • Whatsapp

kasi-penkum-kejati-babel

KABARBANGKA.COM — Sebanyak 4 orang PNS dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung ,Senin (3/10/2016) pagi tadi dijebloskan ke Lapas Tuatunu Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Keempat PNS ini termasuk dalam tim panitia proyek pengadaan kerambah jaring apung (KJA) Belitung tahun 2008 senilai Rp 2 Milyar dan Negara dirugikan senilai Rp 240 Juta. Pihak Kejaksaan Tinggi melalui Kasi Penkum Roy Arland membenarkan pihaknya sudah menahan empat orang PNS tersebut karena terlibat korupsi KJA.

“Ya,benar tadi pagi kita lakukan penahanan terhadap 4 PNS di lapas Tuatunu Pangkalpinang,”ungkap Roy Arland kepada sejumlah wartawan.

Menurut Roy empat orang PNS tersebut ditahan setelah pelimpahan perkara dari Tim Penyidik Subdit Tipidkor Polda Bangka Belitung dinyatakan lengkap atau P21.

“Dalam penyidikan Polda Bangka Belitung 4 PNS ini tidak ditahan. Tetapi saat P21 tadi (pelimpahan.red) kita lakukan penahanan di Lapas Tuatunu agar menjadi pembelajaran bagi PNS lainya agar tidak korupsi” ucap Roy.

Empat orang pegawai negeri sipil (PNS) di dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) ini sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek kerambah jarring apung proyek tahun 2008 oleh pihak penyidik polda kepulauan Babel akan tetapi ke empatnya tidak dilakukan penahanan hingga pelimpahan (P21).

Namun setelah pelimpahan ke Kejati Babel pihak penyidik di bawah Aspidsus yang baru,Patris Yuswan SH M H saat itu juga melakukan penahanan terhadap tersangka.

Keempat orang PNS DKP Bangka Belitung masing-masing: Tatang Rizani bin Izati (46), Putri Dewi Damayanti binti Herry Haryadi (38), Suffree Ultavia Sudessy bin Suhaimi (39) dan Yohana binti Masnur (36).

Dalam perkara KJA ini setidaknya sudah 2 orang PNS yang sudah terlebih dahulu mendekam di penjara Tuatunu. Yakni Yulistyo (mantan kepala DKP Bangka Belitung). Satunya lagi baru-baru ini Agus Nurjaman yang sempat masuk DP0 diciduk jaksa dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang bersama tim Aspidsus Kejaksaan Tinggi saat lagi asyik ngantor di Biro Perekonomian sekretariat Pemprov Bangka Belitung. Saat itu Agus Nurjaman tak berkutik dan langsung dimasukin ke Lapas Tuatunu Pangkalpinang.

Dalam perkara korupsi ini Agus Nurjaman di tingkat Pengadilan Tipikor kota Pangkalpinang dibebaskan. Namun jaksa dari Kejaksaan Tinggi melakukan kasasi dan berhasil dikabulkan.

Berikut di antara petikan amar kasasinya: “Mengadili mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pangkalpinang nomor 38/Pidsus/TPK/2014/PN.P tanggal 5 Maret 2015. Mengadili sendiri menyatakan terdakwa Agus Nurjaman tersebut di atas telah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Memerintahkan terdakwa segera ditahan. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan