4 TERDUGA TERORIS DICOKOK DI BANTEN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Mabes Polri, Tim Densus 88 AT Mabes Polri, Kamis (23/03/2017) kembali berhasil menangkap empat orang yang diduga tersangka teroris di wilayah Banten.

Bacaan Lainnya

Keempat tersangka yakni Achmad Supriyanto (33) warga Purworejo RT 04 RW Tempur seru Jatim,Icuk Pamulang,Abdul Majid mengalami luka tembak di tangan dan Nanang Kosim yang mengalami tewas dalam kontak senjata saat mau diamankan petugas.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, saat dikonfirmasi tribratanews.polri.go.id membenarkan penangkapan tersebut.

” Ya, Densus 88 kembali berhasil mengamankan beberapa terduga teroris di wilayah Banten, satu diduga teroris tewas dalam kontak senjata, “ ujar Karo Penmas Div Humas Polri itu.

Polisi yang berpangkat bintang satu dipundaknya ini menjelaskan kronologis penangkapan, berawal rombongan tersangka berangkat dari arah Anyer dengan 2 kendaraan Mobil avanza, terdiri dari masing masing Mobil 2 orang. Setibanya di ciwandan mobil tersangka melambat sehingga petugas mengambil kesempatan utk menghentikan dengan cara memotong mobil tersangka.

Ditambahkan mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Mobil 1 yang didalamnya ada tersangka Achmad Supriyanto dan Icuk Pamulang saat di potong petugas tersangka langsung menyerah. Sehingga dapat langsung ditangkap.

Sedangkan Mobil 2 yang didalammya ada Nanang Kosim dan Ojid Abdul Majid, saat di potong petugas, tersangka malah tidak kooperatif dan memacu kendaraannya untuk menabrak mobil petugas yang menghadang sehingga dilumpuhkan oleh petugas kemudian dalam perjalanan ke Rumah sakit tersangka Nanang Meninggal Dunia, Terang Brigjen Pol Rikwanto.

Dikatakan Brigjen Pol Rikwanto, dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 1 Pucuk Pistol.

Sementara itu, ketika ditanya awak tribratanews.polri.go.id terkait peranan Keempat tersangka diduga teroris, Brigjen Pol Rikwanto menerangkan tersangka Nanang pernah mengikuti pertemuan Anshor Daulah di Batu Malang pada tanggal 20 s/d 25 November 2015, dan beliau sebagai pengajar teknik persenjataan.

“Selain itu, tersangka Nanang merencanakan pelatihan militer di Halmahera yang akan dijadikan sebagai basis pelatihan militer kelompok anshor daulah pengganti poso, ” terang Brigjen Pol Rikwanto.

Dilanjutkan Brigjen Pol Rikwanto, Berdasarkan rekam jejak tersangka nanang juga menyembunyikan Abu Asybal selama dalam pelarian pasca bom thamrin 2016 dan bersama dengan Fajrun melakukan latihan membuat bom di Gorontalo tahun 2016. (Divisi Humas Polri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan