Acara Ini Untuk Anak-anak, Kok Orang Dewasa yang Banyak Hadir

  • Whatsapp

dsc_0209

KABARBANGKA.COM — Kabupaten Bangka ikut mencanangkan sebagai kabupaten layak anak anak yang dihadiri langsung dalam pencanagannya di Kantor Desa Merawang Minggu (18/9) oleh Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Tembise. Menteri asal Papua ini sempat menyinggung acara layak anak minim dihadiri anak-anak, dan justru lebih dominan dihadiri orang dewasa.

Bacaan Lainnya

“Acara ini untuk anak-anak, tapi banyak yang dewasa hadir,” sebut Yohana yang dalam pertengahan sambutannya juga meminta pelajar Forum Anak mendampinginya di Panggung.

Dikatakan Yohana, ia tidak bermaksud diskriminatif terhadap laki-laki tetapi sekarang ini sedang fokus terhadap perempuan dan anak-anak. Namun ia juga menaruh perhatian ke laki-laki untuk mendukung perempuan dan anak-anak, sebab
perempuan dan anak adalah bagian pembangunan.

Dijelaskannya, perempuan di Indonesia tercatat jumlahnya mencapai separuh penduduk Indonesia atau sekitar 250 juta jiwa yang banyak dilibatkan dalam segala aspek pembangunan. Saat ini juga semua kepala negara telah menyatakan dukungan kepada perempuan, karena perempuan menjadi bagian penting sebagai pilar pembangunan negara.

“Indonesia masuk dalam 10 negara besar, sebagai nomor 1 negara Islam terbesar dunia, toleransi tinggi di Indonesia dan perempuan-perempuan di Indonesia cukup maju. Targetnya pada 2030 ada planet kita 50-50 (porsi peran perempuan-laki-laki), bukan 70-30,” kata Yohana.

Di Kabupaten Bangka perempuan juga harus diperhatikan, mulai dari jajaran eksekutif yang kepala dinasnya harus lebih banyak perempuan. Ia juga berharap di Bangka Belitung akan ada bupati dari kaum perempuan. Pentingnya memperhatikan perempuan karena perempuan menjadi pilar perlindungan bagi anak-anak.

“Perempuan tidak lepas dari anak. Traficking, kekerasan anak dan kekerasan rumah tangga termasuk tinggi di dunia. Saya bahagia sekali karena sudah ada forum anak di Bangka. Mereka-mereka (anak-anak) ini lah yang akan melanjutkan saya jadi menteri kedepan, sebagai bupati, kapolres, dandim, mereka yang akan melanjutkan,” ujar Yohana.

Ia meminta perhatian terhadap anak-anak harus dilakukan agar terwujud Kabupaten Bangka ramah dan layak anak. Dengan adanya pencanangan kabupaten layak anak, suara anak-anak tidak hanya mesti didengar eksekutif juga oleh DPRD dan Forkopimda untuk mewujudkan Kabupaten Bangka layak anak.

“Jangan pikir infrastruktur besar, tetapi SDM ini penting. Perempuan harus dihargai, kalau tidak ada perempuan planet ini kosong. Kita harus selamatkan masa depan agar kabupaten Bangka dan Indonesia ini selamat. Saya harapkan setelah dicanangkan, pemerintah daerah bisa mencapai indikator yang dideklarasikan anak seperti sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak dan lainnya. Anak-anak di Kabupaten Bangka harus mempunyai akte kelahiran, informasi yang layak bagi anak,” jelas Yohana.

Ia juga mendapat informasi ada 25 ribu anak menonton porno setiap hari, makanya terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti di Bogor, prostitusi online, gay anak dan sebagainya. Ia meminta orang tua mengontrol anak-anak menggunakan handphone (hp), termasuk penggunaan hp di sekolah.

“Saya mohon agar orang tua dan pemerintah memperhatikan anak-anak, karena anak-anak ini zamannya berbeda. Kalau kita tidak mengontrol mereka nanti apa yang akan terjadi untuk negara ini. Tidak boleh ada anak jalanan, anak tidak sekolah, karena itu melanggar konvensi anak. Harus ada taman anak, sekolah layak anak harus disiapkan kabupaten anak. Saya mengharapkan dengan adanya pencanangan ini kite berkomitmen kedepan agar terpenuhi hak mereka,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bangka Rustamsyah mengatakan, anak segalanya bagi pemerintah Kabupaten Bangka dan merupakan kewajiban untuk diberikan yang baik. Dalam dasar negara juga telah diamanatkan sesuai UUD 1945 serta forum dunia telah menghasilkan kesepakatan dalam konvensi untuk perlindungan anak.

“Anak merupakan mutiara yang di dalam lumpur tergantung kepada kita sebagai orang dewasa, orang tua, mampu atau tidak mengangkat mutiara itu sehingga bisa berkilau. Bangsa dan negara sangat bergantung pada anak-anak yang harus kita kasih kesempatan untuk berkembang, jangan kita paksakan dewasa,” kata Rustamsyah.

Untuk mewujudkan itu diperlukan adanya komitmen tingkat daerah, dan nasional. Sehingga semua pihak memiliki tanggungjawab dan kewajiban untuk memenuhi hak anak-anak dan orang tua harus menjaga anak-anak. Permasalahan terkadang timbul terhadap anak saat ini karena orang tua tidak memberi fasilitas tidak sesuai ke anak-anak.

“Ini tugas kita untuk memberi perhatian jangan sampai mereka dewasa sebelum waktunya. Pendidikan dasar harus diperhatikan bagi anak-anak,” sebut Rustamsyah.

Dalam pencanangan Kabupaten Bangka sebagai kota layak anak, tampak hadir Sekda Babel Yan Megawandi, Dandim 0413 Bangka, Kapolres Bangka, perwakilan Lanal Babel, sejumlah Kepala SKPD, camat dan kades di Kabupaten Bangka. Hadir juga anak-anak peserta konggres anak, sejumlah siswa siswi TK dan SD serta masyarakat Desa Merawang. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan