AJI AKAN AJUKAN JUDICIAL REVIEW, TERHADAP REVISI UU ITE

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Aliansi Jurnalis Independen (AJI), rencananya akan mengajukan Peninjauan Kembali (Judicial Review) terhadap Perubahan (Revisi) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE), yaitu Pasal 40 dan Pasal 41.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan Ketua Umum AJI, Suharjono kepada awak media, usai menjadi pembicara diacara DISKUSI PUBLIK Memerangi Situs Dan Berita Hoax, yang diselenggarakan di Hall Dewan Pers, Kamis (12/01/2017) siang.

“AJI sedang menyiapkan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Agung (MA), terkait dengan Undang-Undang ITE yang sekarang sudah berlaku belum lama ini, yang sudah direvisi. Ini kami akan JR-kan adalah, ada 2 isu besar. Satu, terkait dengan proses atau mekanisme pemblokiran, karena selama ini pemblokiran kewenangan sepenuhnya ada di KOMINFO. Ini nanti kalo diserahkan sepenuhnya kepada KOMINFO, itu juga ada kecendrungan untuk disalahgunakan oleh negara. Nah, kami mengarahkan agar Sistem Pemblokiran itu dilakukan oleh Pengadilan. Jadi kalo pengadilan yang memerintahkan untuk memblokir, itu secara hukum Tata Negara itu benar, bukan oleh penguasa atau negara” terangnya.

Dijelaskannya, pemblokiran situs atas perintah pengadilan itu tidak harus menunggu Inkrght. Apabila pengadilan perintahkan situs itu diblokir, maka baru boleh diblokir, karena nanti bisa ada namanya proses Normalisasi, kalau pemilik media kemudian memperbaiki, bisa mengurus kembali.

“Yang kedua, terkait unsur siapa yang bisa memblokir?  Kalo yang memblokir hanya yang diberikan kewenangan KOMINFO, bahaya! Harus masuk kelevel undang-undang. Kalo memblokir harus melalui proses pengadilan, kemudian memerintahkan. Meskipun itu sifatnya sementara, ya? Nanti ada namanya Normalisasi. Nah, kalo oleh pengadilan sudah diputuskan ini diblokir, kemudian pihak yang punya media protes. Nah, itu prosesnya bisa dilakukan Normalisasi, sampai semua terpenuhi, dan situsnya bisa dibuka lagi. Itu penting untuk Undang-Undang ITE” paparnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan