Almarhum Agus Suryadi Bukan Warga Sambung Giri

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM, BANGKA — Wawan, Ketua RT Sambung Giri, Desa Merawang, mengungkap fakta – fakta baru tentang meninggalnya Agus Suryadi (41), di depan Ruko milik Hanafi di Jalan Raya Sungailiat – Pangkalpinang, Selasa (03/07/2018) sekira pukul 15.10 WIB.

Bacaan Lainnya

Dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Selasa malam, Wawan memastikan bahwa almarhum Agus Suryadi bukan warga Sambung Giri. Bahkan, menurutnya, almarhum juga tidak punya KTP atau identitas lainnya.

“Itu sebenarnya bukan warga Sambung Giri, gak punya KTP sini, gak ada. Cuma ibu tirinya tinggal di Sambung Giri, ada ibu tirinya disini. Kalau ibu tirinya warga Sambung Giri, kalau anak itu (almarhum Agus Suryadi) bukan, orang Palembang yang meninggal itu,” terang Wawan.

Masih menurut Wawan, tidak diketahui secara pasti kapan almarhum Agus Suryadi meningal? Wawan mengaku mendapat informasi setelah ditelefon Kades Merawang.

“Baru ketemu disitu jam 3 sore tadi, tapi gak tau meningalnya kapan? Saya juga dikasih tahu pak Kades,” imbuhnya.

Disinggung tentang riwayat hidup almarhum Agus Suryadi yang dikabarkan sering keluar masuk penjara, Wawan tak menampik kabar tersebut.

“Memang iya. Itu di badannya itu kan banyak bekas luka – luka itu, kayak yang di perban – perban itu. Entah sebelum atau sesudah lebaran, dia itu (Agus Suryadi) sempat dihajar massa, waktu mau maling motor di parkiran KFC Sungailiat. Katanya di banjur (disiram) bensin, mau dibakar sampai kritis loh itu, dibawa ke Rumah Sakit. Cuma itu aja informasinya,” tukas Wawan diujung telefon.

Dikabarkan sebelumnya, warga Simpang Sambung Giri, Desa Merawang sempat dihebohkan dengan kabar penemuan mayat Agus Suryadi (41). Pria asal Palembang itu ditemukan tak bernyawa di depan Ruko milik Hanafi, Selasa (03/07/2018) sekira pukul 15.10 WIB.

Kabag Ops Kompol Syarif Sophian, seizin Kapolres Bangka AKBP M. Budi Ariyanto menjelaskan, bahwa menurut keterangan sejumlah saksi, Agus Suryadi diduga meninggal karena sakit yang dideritanya.

Saksi yang pertama kali menemukan Agus Suryadi sudah meninggal adalah Sri (45), warga Sambung Giri. Sekira pukul 15.10 WIB. Saat itu Sri yang kasihan terhadap korban yang tinggal sendirian di Ruko Hanafi, dan bermaksud hendak membawakan makanan untuknya.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi yang mengumpulkan data dan informasi di Ex Lokalisasi Sambung Giri, ditemukan fakta – fakta sebagai berikut :

a. Berdasarkan keterangan Endang, bahwa Agus Suryadi (korban) merupakan anak tirinya yang sudah lama meninggalkan Sambung Giri sejak 20 tahun yang lalu, dan tidak pernah pulang.

b. Berdasarkan keterangan Ir, teman almarhum, bahwa Agus Suryadi sering melakukan tindak pidana pencurian (residivis), dan terakhir keluar dari Lapas Tuatunu Pangkalpinang pada bulan puasa 2018 lalu.

c. Info yang berkembang, sebelum meninggal Agus Suryadi mengalami luka bakar pada sebagian tubunhya, dan sempat dibawa ke BKPM Sungailiat (lebaran hari 1) diberikan pertolongan, namun setelah itu tidak diketahui lagi keberadaannya. Dan terakhir ditemukan meninggal dunia di pinggir Ruko milik Hanafi, di Jalan  Raya Sungailiat – Pangkalpinang, tepatnya di Simpang Sambung Giri, Desa Merawang, Selasa petang.

Berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Depati Bahrin Sungailiat, ditemukan fakta – fakta sebagai berikut :

a. Bekas luka bakar di bagian leher dan kaki yang telah lama dialami oleh Almarhum.

b. Terdapat luka akibat benda tumpul dibagian kepala, namum belum dipastikan apakah itu penganiayaan dari pihak tertentu ataupun dari diri sendiri?

c. Perkiraan dari pihak Rumah Sakit, Agus Suryadi sudah meninggal lebih dari 24 jam, namum belum sampai 36 jam.

Berdasarkan kesepakatan antara pihak RSUD dengan pihak Lingkungan Sambung Giri, mayat tersebut akan dikebumikan besok pagi di Komplek Ex Lokalisasi Sambung Giri, Desa Merawang.

Pihak keluarga akan menerima dan mengurus jenazah almarhum Agus Suryadi untuk dimakamkan esok hari. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan