Ancaman Maksimal Pelaku, 10 tahun dan denda Maksimal 10 Milyar

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Provinsi Bangka Belitung adalah penghasil timah utama di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Namun sayangnya, pengelolaan hasil Sumber Daya Alam tesebut, terkesan masih serampangan dan tumpang tindih.

Bacaan Lainnya

Banyak masyarakat, ataupun pelaku usaha yang menyampingkan aturan atau regulasi Pemerintah terkait tata cara Izin Usaha Pertambangan, yang diatur dalam UU Minerba No 4 Tahun 2009.

Dilansir sebelumnya, bahwa Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus, kembali mengamankan Balok Timah illegal, sebanyak 4.087 buah balok Timah.

Di daerah Laksamana Malahayati Kelurahan Tamberan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Senin kemarin, 11/09.

Dengan demikian, seharusnya pelaku yang diduga berinisial D (35 tahun) dapat dikenakan Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009. Yang mana ancamannya tidak main-main, yakni dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Menurut Kabidhumas Polda Babel, AKBP Abdul Munim, pasal 158 dan 161 UU Minerba tersebut, dapat dikenakan, jika pelaku terbukti melakukan pengolahan dan pemurnian sleg timah, tanpa IUP Operasi Produksi Khusus untuk pengolahan dan pemurnian dan/atau tanpa IUP Operasi Produksi.

” Iya benar, dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 Milyar,” katanya, Rabu siang, 13/09/2017, via pesan instant whatsapp.

Untuk sementara, barang bukti Balok timah sebanyak 141 buah dengan berat keseluruhan mencapai -+ 3.087 Kg, 48 karung slek dengan total berat keseluruhan -+ 1.531 Kg diamankan di Gudang Mapolda Babel. (LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan