ARIEF BILANG HAKIM MENGEKOR JPU DAN PENYIDIK

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kesekian kalinya, institusi peradilan dimana para hakim bernaung disorot tajam. Sorotan dari ahli hukum pidana yang juga anggota majelis hakim eksaminasi di Institute for Legal Research & Consulting (ILRC) Jakarta, Dr. Arief Sugiarto.

Bacaan Lainnya

Arief Sugiarto mengakui, jika memang hakim-hakim yang berada di lembaga peradilan terutama Pengadilan Negeri jauh dari berkualitas. Diapun tak heran, bila putusan peradilan yang dihasilkan banyak menimbulkan kejanggalan, sehingga tak jarang pula menuai kontradiksi.

“Sedih rasanya sebagai ahli hukum melihat rendahnya kualitas hakim-hakim yang ada. Rendahnya kualitas itu paling sederhana terlihat dari antar kasus yang sama tetapi putusan juga berbeda,” kata Arief, usai berbicara dalam bedah buku berjudul Membangun Jembatan Untuk Kepentingan Umum di Tanah Sendiri Dipidana, di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Kamis 23/03/2017) siang.

Rendahnya kualitas hakim dalam menganalisis sebuah kasus yang diadili, menurutnya tercermin juga dari amar putusan yang dibuat. Menurutnya, nampak sekali amar putusan yang dibuat para majelis hakimm, hanya mengekor dari jaksa dan penyidik.

“Kita kan berharap hakimnya cerdas, bijak, adil dan jeli alias tak mengekor dengan apa yang dituntut jaksa dan penyidik. Tetapi sayang hakim ternyata tidak independen, dia lebih memilih mengikuti apa kata JPU dan penyidik saja,” sindirnya.

Akibat dari keseringan mengekor itu, akhirnya menjadi tradisi buruk bagi kinerja dan moralitas hakim-hakim di pengadilan. Dia menganggap, hakim hanya berkutat pada seremonial persidangan belaka. Sementara, tugas utamanya mengadili jauh dari substansi.

“Jadi dia (hakim,red) sidang-sidangan saja, bukannya mengadili secara substantif. Terlebih bagi kebanyakan hakim setiap orang yang sudah terdakwa pasti bersalah, mestinya dia tidak memihak kemanapun demi keadilan,” tegasnya. (3ko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan