ASP Timah Masih Memberikan Tekanan Penjualan

  • Whatsapp

JAKARTA — Pulihnya ekonomi China mendorong peningkatan impor timah rafinasi. Walaupun begitu, harga rata-rata alias average selling price (ASP) Timah masih memberikan tekanan bagi penjualan PT Timah Tbk (TINS).

Mengutip kontan.co.id, bahwa pada semester I-2020, TINS membukukan rugi bersih sebesar Rp 390 miliar dibanding laba bersih sebesar Rp 205 miliar pada semester I-2019. Ini disebabkan rendahnya harga timah rafinasi, yang turun 23 persen disbanding tahun sebelumnya, ditambah beban bunga yang lebih tinggi 17 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data China Customs terakhir, Tiongkok telah melakukan impor timah rafinasi sebesar 3.674 metrik ton di Mei 2020. Angka ini naik 1,76persen YoY, atau tertinggi sejak Maret 2012.

Mayoritas impor tersebut berasal dari Indonesia, yaitu sebesar 2.586 metrik ton. Adapun di lima bulan pertama tahun ini, impor timah rafinasi ke Tiongkok menjadi 7.677 metrik ton, naik 10 persen YoY. Hal tersebut akan memperkuat harga timah dunia dan berpotensi memperbaiki ASP TINS di semester II-2020. (*)


https://kolom.kontan.co.id/news/prospek-emiten-tambang-logam-mineral

Pos terkait