Atasi Jembatan Putus, BPBD Babel Telah Siapkan Satu Unit Tambahan Jembatan Bailey

  • Whatsapp

_dsc6618 5_7

KABARBANGKA.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun anggaran 2016 mendapat tambahan satu unit Jembatan Bailey, sehingga saat ini BPBD telah memiliki 2 unit jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Najamudin, SH di ruang kerjanya kepada humas.babelprov.go.id, Kamis (13/10/2016).

Diakui Najamudin tambahan 1 unit jembatan tersebut masih jauh dari jumlah ideal yang seharusnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengingat daerah ini sangat rawan akan bahaya Hidrometeorologi terutama bencana banjir yang dapat merusak infrasturktur jalan dan jembatan yang ada di Bangka Belitung.

“Paling tidak kita harus punya 4 jembatan ini, sebagai antisipasi kalau terjadi akses jalan yang terputus karena bencana banjir, dua di Pulau Bangka dan duanya lagi di Pulau Belitung, “ ungkapnya.

Dijelaskan Najamudin, berdasarkan kejadian bencana banjir di bulan Februari lalu, banyak infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak sehingga mengakibatkan beberapa ruas jalan terputus, tentu hal ini menurut Najamudin dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang berdampak pula pada perekonomian secara makro.

“Tambahan satu unit Jembatan Baily yang lebarnya 4 meter dan panjangnya 15 meter ini sudah ditunggu masyarakat, terutama masyarakat Bangka Tengah dan Bangka sedangkan kita hanya punya dua dengan kondisi 1 masih terpasang di Desa Keretak dan satu lagi siap untuk dipasang, “ terangnya.

Terkait dengan lokasi pemasangan jembatan baru ini, diakui Najamudin setelah dirinya menerima perintah dari gubernur mengingat akses jalan ini milik kabupaten.

“Ada permintaan dari Bupati Bangka Tengah dan juga ada permintaan dari Pemerintah Kabupaten Bangka, tapi kita masih tunggu disposisi suratnya dari gubernur, nah kalau gubernur mengizinkan untuk dipasang baru kita pasang, “ ungkapnya.

“Tempat – tempat lokasi yang rencananya akan dipasang jembatan ini sudah kami survey, tentu menjadi pertimbangan nantinya yang tingkat akses masyarakatnya tinggi seperti di Desa Romadon -Sarang Mandi, kemudian ada beberapa lagi di Desa Kayu Besi , kemudian di Lubuk dan satunya lagi di Kampung Tayib, “ terang Najamudin.

Untuk itu dirinya nanti akan menghadap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk meminta arahan, sambil melaporkan Jembatan Bailey yang baru ini telah tersedia di BPBD Selasa (11/10) kemarin dan siap digunakan.

BPBD dalam hal ini berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung oleh karena jumlah Jembatan Bailey yang siap terpasang hanya satu unit, diakui Najamudin bahwa kondisi saat ini BPBD belum bisa memenuhi semua keinginan masyarakat yang banyak meminta Jembatan Bailey ini dipasang di daerahnya.

“Kendala saat ini BPBD hanya memiliki dua unit , sedangkan Pak Gubernur dulu minta empat unit dengan rincian dua di Pulau Bangka dan duanya lagi di Pulau Belitung, karena keterbatasan anggaran tahun 2016 ini, kita hanya mampu merealisasikan satu unit tambahan jembatan ini dari empat unit jembatan sesuai dengan keinginan gubernur, “jelasnya.

Jembatan Bailey ini menurut Najamudin sangat penting dan strategis dalam menunjang program pembangunan yang berkelanjutan di Bangka Belitung agar jangan sampai akibat dari bencana pembangunan jadi terganggu.

“Untuk itu kami harapkan kepada pihak – pihak pengambil keputusan di DPRD dan TAPD agar dapat meralisasikan usulan kita terkait dengan Jembatan Bailey ini, paling tidak ada tambahan 2 atau 4 unit lagi. Sehingga idealnya kami bisa mewujudkan empat jembatan di Pulau Bangka dan dua Jembatan di Pulau Belitung, “ harapnya.

Untuk Pemasangan jembatan ini, dijelaskan Najamudin bahwa BPBD telah menjalin koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mereka juga diminta untuk mendukung operasional pemasangan Jembatan Bailey ini dan untuk pemasangannya nanti dilakukan oleh personil BPBD yang telah terlatih.

“BPBD sekarang mempunyai 20 orang tenaga terlatih dengan 6 orang koordintor teknis bisa memasang dan merangkai jembatan Bailey ini kurang dari 6 jam, namun mereka tetap harus dibantu dengan peralatan pendukung yang memadai seperti kendaraan crane dan eskavator, “ ujarnya.

Terkait peralatan pendukung tersebut Najamudin meminta dukungan agar di tahun 2017 nanti bisa direalisasikan juga mobil truk yang mempunyai crane untuk meningkatkan mobilitas dan mempesingkat waktu kerja dari personil BPBD yang terlibat dalam pemasangan jembatan tersebut.

Sementara itu, Antonius Wahjudi, MT, M.Eng selaku pelaksana kegiatan kepada humas.babelprov.go.id mengungkapakan bahwa Jembatan Bailey ini merupakan salah satu cara cepat dan efektif menghubungkan dan memperlancar akses transportasi akibat jembatan terputus oleh karena bencana banjir yang sering terjadi di Bangka Belitung.

“Jembatan ini pertama kali tercipta di Inggris oleh Sir Donald Bailey yang digunakan Tentara Sekutu dalam Perang Dunia II untuk memperlancar dukungan logistik mengatasi putusnya jembatan akibat bom, sekarang dimasa damai jembatan ini sangat berguna untuk kemanusiaan utamanya juga dalam penanggulanan bencana, “ terangnya. (M. Ali, Erik/umasPRO BABEL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan