ATASI TAMBANG ILEGAL, DPC PERMAHI BABEL DATANGI POLRES PANGKALPINANG

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — DPC PERMAHI BABEL ( Dewan Pimpinan Cabang) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Cabang Bangka Belitung, Jumat (13/01/2017) menyambangi Mapolres Pangkalpinang untuk lakukan audiensi terkait permasalahan tambang illegal yang ditenggarai sulit untuk diberantas.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wakapolres Pangkalpinang, Kompol Dadang Wijaya, Kasat Intel, AKP Adi Putra, Kasat Reskrim, AKP M.Saleh, masyarakat Kelurahan Ampui, masyarakat Kelurahan Pangkal Arang.

Dikatakan oleh Abdullah Hamsa, selaku Ketua DPC Permahi Babel bahwa, permasalahan tambang illegal ini pihak Polres Pangkalpinang juga perlu bantuan atau sinergitas dari unsur-unsur lainnya. Terutama masyarakat untuk pelaporan unsur TNI, Kesbangpol dan Satpol PP.

“Pihak Polres juga meminta sinergi dengan kita dan unsur-unsur lainnya dalam menghadapi permasalahan terkait tambang illegal,” Kata Abdul.

Masih menurut Abdul,pihaknya juga berinisiatif untuk menggagas pertemuan lanjutan dalam mencari solusi yang ampuh, mengatasi permasalahan tambang illegal di Ibukota Provinsi Kep.Bangka Belitung ini.

“Iya Pak, kedepan kita akan jadwalkan pertemuan kembali untuk mengakomodir seluruh praktisi tambang illegal agar bisa duduk bersama dan mencari solusi terbaik agar permasalahan ini bisa menjadi win-win solution,” Ungkap Abdul.

Terpisah, perwakilan masyarakat Kelurahan Ampui,Pangkalpinang. Ibu Nursubah menyatakan dirinya sendiri sebenarnya sudah tak mampu lagi berkompromi dengan pihak penambang liar.

“Lahan kami sudah banyak yang rusak akibat aktivitas tambang ilegal, kami juga sudah tak sanggup lagi mendengar kebisingan suara mesin yang menderu tiap malam pak,” Ucap Nursubah.

Selain mereka ini sudah demikian meresahkan warga sekitar dengan deru mesin dompeng yang berisik di malam hari. Ditambah lagi mereka seakan-akan kebal hukum dengan dibuktikan berapa kali razia, namun mereka tetap balik lagi menambang di lokasi yang sama

“Terus terang kami agak kecewa dengan kinerja Polres yang tak kunjung selesai dalam menertibkan TI ini, setiap kali ada razia,tapi terkesan seremonial saja. Ini dibuktikan masih beraktivitasnya TI tersebut diwilayah DAS Rangkui, ” Imbuhnya lagi. (LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan