BADAN PENGAWASAN MA & KPK AKAN AWASI PROSES PRAPERADILAN LPDB

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Sidang  Permohonan Pra Peradilan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang, Senin (24/7/2017) tentunya menarik untuk diikuti.

Bacaan Lainnya

Sidang antara Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) versus tim penasehat hukum tersangka Suwedi alias Awe, tersangka korupsi pengelola dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) ini merupakan sidang Pra Peradilan yang kedua, dimana sebelumnya digelar di PN Tanjung Pandan, Belitung.

Kabar yang diperoleh dari internal Pengadilan Tinggi (PT) Bangka Belitung menyebutkan, adanya pelibatan secara langsung pihak hakim dari Pengawasan  Mahkamah Agung (MA) serta Komisi Pemberantan Korupsi (KPK), guna pengawasan jalannya Sidang Pra Peradilan itu.

Menurut sumber tadi, pihak MA turun langsung lantaran sidang Pra Peradilan tersebut, sudah berlangsung dua kali dan hal ini jarang terjadi.

“Langka sekali adanya dua kali Pra Peradilan itu. Makanya akhirnya pihak MA yang bersama KPK turut mengawasi ini semua,” ungkap sumber yang merupakan seorang pejabat di PT  Babel yang meminta namanya tak ditulis.

Masih menurut dia, Pihak pengawasan MA dan KPK jarang sekali turun gunung seperti ini bilamana  persidangan tidak menimbulkan keganjilan.

“Untuk bentuk pengawasanya nanti apakah hadir langsung atau mengawasi dari jauh itu kita tak paham. Karena bentuk-bentuk pengawasan seperti ini banyak ragamnya. Kayak pak hakim Agung Artidjo dulu, Sidak nyamar sebagai kyai, kali ini gak tahu,” terangnya.

Menanggapi hadirnya pengawasan itu dalam Pra Peradilan ini, tidak dibantah oleh Panitera Sekretaris (Pansek) PN Pangkalpinang, Ahyar Parmika. Ahyar katakan bisa saja pengawasan itu turun karena Prapid (prapedilan.red) ini sudah berlangsung dua kali itu.

Baginya sangat bagus diawasi tidak saja internal MA, tetapi juga masyarakat umum. “Kan sidangnya terbuka, jadi siapapun bisa mengawasi jalanya sidang,” kata Ahyar.

Ahyar sendiri tidak mau  banyak berkomentar soal itu. Menurutnya hal seperti ini biasa saja, bilamana hadirnya pengawasan yang dimaksud.

“Sidang-sidang yang lain juga kan pasti juga dipantau oleh pihak-pihak tertentu. Jadi semuanya sesuatu yang biasa saja,” sebutnya lagi.

Terpisah, Aspidsud Kejati Babel, Patris Yusrian Jaya mengaku sempat mendengar adanya pihak KPK dan MA yang turun gunung itu. Tetapi dirinya tidak mau ambil pusing karena tidak menyangkut soal lembaganya secara langsung.

“Saya justeru mendengarnya (soal pengawasan MA dan KPK) sejak Prapid di Belitung dulu. Kalau mereka turun lagi bagus itu, tidak ada yang ditakuti juga, bahkan biar pengawasan dan kontrolnya semakin kuat. Kita secara pribadi bekerja secara baik dan profesional saja,” tandasnya. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan