Bahayanya OTG Dalam Masa Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
Fajri Wahyu Darmawan

Oleh : Fajri Wahyu Darmawan
Mahasaiswa STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat Bangka


COVID-19 adalah virus Corona jenis baru. Oleh karena itu, virus ini masih terus mengalami perkembangan. Gejala yang ditunjukkan oleh pasien positif Covid-19 pun juga terus bertambah. Meski begitu, tidak semua yang positif terinfeksi virus Corona menunjukkan gejala. Ada juga yang tidak menunjukkan gejala, tapi saat dites dinyatakan positif Covid-19. Sebenarnya, orang tanpa gejala ini lebih bahaya, karena mereka merasa baik-baik saja, sehingga tidak melakukan proteksi. Ada beberapa kasus orang tanpa gejala dan diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, lalu sekarang sudah dinyatakan sembuh.

Penular COVID-19 paling berbahaya adalah mereka yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Penularan terbanyak dan paling berbahaya bukan dari orang di rumah sakit atau isolasi mandiri atau parsial, tapi dari kelompok orang dalam pemantauan, yaitu OTG, orang tanpa gejala yang positif COVID-19. orang yang terserang COVID-19 namun tidak mengalami gejala sakit karena tidak mengetahui masalah kesehatannya, bisa bepergian keliling daerah dan menularkan virus Corona kepada orang lain. Maka dari itu, pemerintah menganjurkan warga tetap menerapkan social dan physical distancing, tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak serta meminta warga dari daerah pusat penularan COVID-19 tidak bepergian ke luar daerah.

OTG (orang tanpa gejala) adalah orang yang kemungkinan terinfeksi SARS-Cov-2 karena punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala. Meskipun tidak menunjukkan gejala, OTG bisa menularkan Covid-19 ke orang lain. Selain itu, OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19. Mungkin Anda bingung memahami istilah kontak erat. Jadi, kontak erat adalah aktivitas berupa kontak fisik, berada dalam ruangan, ataupun telah berkunjung, dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus PDP atau positif Covid-19, dalam waktu 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Ciri-ciri para OTG tentu sangat sulit diketahui. Sebab, mereka tidak mempunyai gejala virus corona. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terpapar virus ini dari seorang OTG? Yang pertama, tentunya masyarakat dihimbau untuk mengikuti anjuran tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian, penting untuk menjaga jarak aman apabila bepergian. Yang tidak kalah penting, kita sendiri pun mungkin tidak mengetahui bahwa kita termasuk pada kelompok OTG, sehingga tanpa sadar menyebarkan virus kepada yang lain. Hal inilah yang menyebabkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dan Kemenkes menganjurkan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, untuk mencegah meningkatnya penyebaran virus corona.

Oleh karena itu, penggunaan masker penting ditaati oleh masyarakat karena tidak bisa mendeteksi mereka yang sehat atau pembawa virus. Masyarakat bisa menggunakan masker kain berulang-ulang, dengan satu syarat, yakni satu masker kain tidak boleh digunakan lebih dari 4 jam. Selain itu, harus dicuci menggunakan sabun. Langkah ini diperlukan sebagai upaya pencegahan, selain dengan mencuci tanggan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.
OTG harus melakukan swakarantina dan isolasi mandiri, seperti:

1. Tinggal di rumah dan tidak bepergian
2. Tidak menerima tamu yang datang kerumah
3. Tetap berjarak ketika berinteraksi dengan anggota keluarga.
Yang Harus Dilakukan Kalau Tinggal Dekat atau Serumah dengan OTG

Di sejumlah daerah, ditemukan kasus mereka yang positif Covid-19 tertular dari orang yang enggak menunjukkan gejala terinfeksi virus corona, tapi saat diuji statusnya positif. Lalu apa yang harus dilakukan kalau ada tetangga atau tinggal serumah dengan orang dengan status OTG?

Mereka yang berstatus sebagai OTG, ODP maupun PDP enggak perlu didiskriminasi. Saat ada OTG yang sedang melakukan isolasi mandiri, sesungguhnya mereka sedang melindungi orang lain agar enggak tertular, lo. Oleh karena itu, membantu kebutuhan mereka ketika melakukan isolasi mungkin bisa dilakukan. Misalnya, memenuhi kebutuhan sehari-hari karena enggak diperbolehkan keluar rumah, atau kebutuhan lainnya.

Selain itu, berikan dukungan moral agar semangat sembuh bisa dilakukan dengan menyapanya melalui aplikasi pesan tertulis atau menghubunginya melalui sambungan telepon.

Ciri-ciri terkena virus Corona (COVID-19)

Meskipun awalnya tidak menunjukkan gejala, namun menurut penelitian, gejala pada akhirnya dapat muncul sekitar 0-24 hari setelah Anda pertama terpapar virus.

Ciri terinfeksi virus Corona biasanya muncul dalam bentuk ringan dan secara bertahap. Secara umum gejala virus Corona yang utama adalah:

1. Demam tinggi
2. Batuk kering
3. Merasa lemas
4. Sesak napas

Ada juga penderita Covid-19 lain yang mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, atau diare. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak spesifik mengarahkan kepada infeksi virus Corona. (*)

Pos terkait