BANG KUMIS, PEDAGANG BAKSO KELILING YANG SUKSES

  • Whatsapp

 

Hidup di perantauan nyatanya memang menjadi pilihan pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 48 tahun lalu ini. Lelaki setengah baya itu pun menetapkan pilihannya untuk memijakan kaki di Pulau Bangka, hingga dia jalani sampai di hitungan dua dasa warsa lebih. Dimana bumi di pijak, di situ bumi di junjung! Slamet Doni, yang biasa disapa Bang Doni atau Bang Kumis, saat ini pun terasa nyaman dengan pilihan profesinya sebagai penjual Bakso dan Soto.

Bacaan Lainnya

Menjadi penjual bakso dan soto, adalah memang menjadi pilihannya ditengah sengitnya persaingan usaha dari sekian profesi. Profesinya itu sudah dia awali sejak tahun 1994 silam. Kesulitan saat ia mengawali profesinya, nyatanya berhasil dia lewati. Dengan kesabaran yang dia miliki dan keteguhannya, nama Bang Doni pun menjadi trade mark hingga, bagi orang yang hoby menikmati bakso dan soto, seakan penasaran bila tak mampir ke warung baksonya di Jalan Batin Tikal, Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Yah, siapa yang tidak mengenal “Warung Bakso Goyang Lidah Bang Doni”? Saban hari warung ini selalu ramai dikunjungi pelanggan yang ingin menikmati Bakso dan Soto, sebagai menu andalan warungnya. Warung Bakso Goyang Lidah sudah dikenal hampir semua lapisan masyarakat, karena komitmennya selalu menjaga kwalitas mutu dan rasanya. Tempatnya bersih dan lokasi parkiran cukup luas.

Meskipun usahanya tergolong sukses, Bang Doni tetap terlihat bersahaja dan berpenampilan sederhana. Sembari melayani pelanggan di warungnya, Sabtu (19/08/2017) petang, pengusaha kuliner asal Kota Solo, Jawa Tengah ini menyempatkan diri untuk menuturkan kisahnya merantau di pulau timah ini.

Dulu, orang lebih mengenalnya sebagai pedagang bakso keliling yang kerap dijumpai di seputaran Kota Sungailiat, atau di acara keramaian. Tak kenal hujan maupun panas, setiap hari Bang Doni selalu mendorong gerobak sampai baksonya habis terjual. Kadang dia berhenti sejenak melepas penat, sembari menungu pembeli. Siapa sangka kini kesuksesannya justru menginspirasi bagi para perantau dari tanah jawa. Anaknya pun sukses sebagai jebolan Poltekes Kemenkes Surakarta, Solo, Jawa Tengah.

“Saya mulai jualan Bakso dan Mie Ayam keliling itu tahun 1994. Masih pake gerobak dorong, saya jalan kaki keliling ke kampung-kampung, kadang pulang sampai dirumah jam 01.00 WIB tengah malam” kata Bang Doni mengawali kisahnya.

Sekira tahun 2009, Bang Doni mulai jualan keliling pakai motor sampai tahun 2012. “Saya mulai buka warung tahun 2012 sampai sekarang” lanjutnya.

Meski sudah punya warung yang cukup ramai dikunjungi pelanggan, Bang Doni tetap menjaga gerobak “andalannya”. Gerobak Bakso Goyang Lidah itu hingga kini masih disimpan dibagian belakang warungnya.

“Gerobak itu banyak jasanya, makanya masih saya simpan sampai sekarang. Bisa buka warung ini, ya, hasil dari mendorong gerobak ini”, katanya seraya menunjukkan gerobak andalannya tersebut.

Karena cita rasa Bakso dan Mie Ayam jualannya memang sudah dikenal sejak lama, Bang Doni tidak kesulitan menarik perhatian pelanggan. Namun demikian, ia tetap berkomitmen melayani pelanggan dengan baik. Makanan yang dijualnya pun tanpa bahan pengawet, makanya selalu lolos pemeriksaan rutin BPOM dan Dinkes Kabupaten Bangka.

Selain menjual Bakso, Soto, dan Mie Ayam, Warung Goyang Lidah Bang Doni juga Sop Tulang, Nasi Goreng, Ayam Goreng, Lele Goreng, dan aneka minuman. Warung Goyang Lidah Bang Doni juga melayani pesanan Bakso untuk acara pesta pernikahan, ulang tahun, atau acara resmi lainnya. Untuk pemesanan, bisa menghubungi nomor Handphone Bang Doni 082183829941.

Dari hasil berjualan Bakso, Soto dan Mie Ayam ini, Bang Doni dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membesarkan ketiga anaknya. Anak pertamanya kini sudah bekerja di Pusat Autis Dinsos Pemprov Babel. Anak keduanya akan segera di wisuda pada bulan September mendatang. Dan anak bungsunya sudah memasuki Semester VI.

Ditulis oleh: ROMLAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan