Banyak Pekerjaan Proyek Normalisasi Di Kecamatan Jebus Diduga Proyek Siluman

  • Whatsapp

20161119_140924 20161119_155614

KABARBANGKA.COM — Sejumlah paket proyek normalisasi sungai yang dikerjakan di beberapa titik di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar), patut diduga sebagai ‘Proyek Siluman’.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, proyek pekerjaan tersebut tidak satupun terpasang papan informasi sehingga masyarakat tidak tahu sama sekali siapa pelaksana dan kontraktornya, apalagi sumber dan besaran dana yang digunakan.

Terpantau oleh wartawan media ini, Sabtu (19/11/2016) kemarin, sedikitnya ada 4 (empat) titik lokasi pekerjaan proyek normalisasi baik pengerjaannya sedang berlangsung maupun yang sudah selesai diantaranya terletak di Desa Tambang 6, Jembatan Air Talang, Jembatan Talang VI, dan Jembatan Kebur diruas Jalan Desa Ibul – Desa Parit Tiga Jebus, Kecamatan Jebus, Kabupaten Babar.

Dari pantauan wartawan media ini, selain tidak terpasang papan informasi proyek, pekerjaannya juga terlihat asal asalan serta diduga tidak sesuai dengan kubikasi normalisasi.

Kabar yang dihimpun wartawan media ini dilapangan dikabarkan kalau proyek tersebut milik Sumber Daya Air dinas PU dan perumahan provinsi Bangka Belitung dengan kontraktor pekerjaan proyek itu oleh CV Mindia Karya dan nilai diatas Rp 1 milyar berasal dari APBD Provinsi TA 2016.

Selain dugaan tidak memasang papan proyek, pihak dinas PU Provinsi Bangka Belitung (Babel) juga diduga tidak melakukan kordinasi kepada pihak Pemerintah Desa atau pihak Kecamatan setempat.

Hal itu diakui oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jebus, Wasino, kepada wartawan belum lama ini.

“Hingga pengerjaan proyek itu selesai pihak kontraktor maupun pihak Dinas PU Provinsi Babel tidak pernah kordinasi ke kami ( Kecamatan – red) terkait pekerjaan itu,”kata Wasino beberapa waktu lalu ketika dimintai tanggapan terkait proyek tersebut.

Diakuinya pihak Kecamatan pun, tidak tau berapa nilai proyek tersebut sebab tidak ada papan proyek dipasang oleh pihak kontraktor pelaksana.

“Papan proyek tidak dipasang dilokasi pekerjaan itu, sehingga wajar kalau warga menyebutnya proyek siluman,” kata Wasino yang baru saja menjabat selaku Sekcam Jebus.

Terpisah, pihak kontraktor CV Mindia Karya, Guru Yadi mengaku kalau pekerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaannya.

“Itu pekerjaan kami,sistem swakelola mengapa anda menggangu proyek itu?” kata dia sembari mengaku dirinya adalah Guru Yadi melalui sambungan telpon kepada wartawan yang ada dilokasi , Sabtu (19/11/2016) petang.

Terkait papan informasi proyek, Yadi berdalih bahwa papan proyek itu ada namun sudah dicabut dan hingga kini pihaknya tidak dapat uang dari pekerjaan itu.

“Papan proyek ada namun pekerjaan sudah selasai maka kita cabut,dari pekerjaan itu saya tidak dapat uang,” katanya.

Sementara pihak Dinas PU Provinsi Bangka Belitung hingga berita ini dirilis belum dapat dikonfirmasi terkait nilai proyek itu dan kualitas proyek tersebut. (Tim)

20161119_155949

Pos terkait

Tinggalkan Balasan