BANYAK PUNGUTAN, PASTI ADA BECKING OKNUM

  • Whatsapp

img20160924103445

KABARBANGKA.COM — Aktifitas TI Rajuk di Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, yang sudah 4 hari belakangan ini mulai menggeliat lagi, mendapat sorotan dari Anggota Komisi C DPRD Bangka, M.Fauzi SIP. Salah satu keprihatin Fauzi itu, terkait dengan banyaknya pungutan dari oknum tertentu terhadap hasil kerja para penambang.

Bacaan Lainnya

“Kami mendapat informasi, banyak sekali pungutan tidak jelas yang dikenakan kepada penambang di Tanjung Ratu itu. Ada uang masuk, ada iuran mingguan, belum lagi ada cantingan. Jadi, penambang disitu semakin tergencet, yang untung malah kolektor yang membeli timahnya dan oknum-oknum yang ngambil pungutan disitu. Yang kasian para penambangnya,” ungkap Fauzi kepada wartawan di Ruang Komisi C DPRD Bangka, Sabtu (24/09/2016) siang.

Fauzi menduga, ada oknum tertentu yang diduga menjadi becking dibalik aktifitas penambangan timah secara ilegal di pinggir pantai Dusun Tanjung Ratu tersebut.

“Pasti ada lah becking oknumnya. Mana mungkin masyarakat berani nambang dilokasi itu, kalo tidak beckingan dari oknum tertentu? Banyaknya pungutan disitu, sebagai indikasi adanya oknum tertentu yang mengatur koordinasi. Karena TI Rajuk disitu jelas ilegal” katanya.

Saat ditanya, apa sikap dewan terhadap maraknya TI Rajuk ilegal tersebut? Fauzi meminta agar penambangan timah dilokasi tersebut dihentikan sementara, sampai ada legalitas perizinan yang jelas.

“Stop dulu penambangan dilokasi itu, sampai ada izin yang jelas. Lokasi TI Rajuk itu masih IUP PT Timah, jadi kami berupaya memfasilitasi dengan Mitra PT Timah, agar izin untuk menambang dilokasi itu bisa dikeluarkan oleh PT Timah, supaya masyarakat bisa menambang secara legal,” tegasnya. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan