Begini Kronologis Arisan Bodong Yang Menimpa Dewi Cs

  • Whatsapp

BANGKA — Kronologis kasus penipuan dan penggelapan berkedok arisan bodong yang diduga dilakukan oleh Tjung Ngim warga Parit II Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu dijelaskan oleh pihak Polsek Belinyu, setelah menerima laporan Dewi warga Lingkungan Stasiun II Kelurahan Romodong Indah Kecamatan Belinyu.

Berdasarkan terbitnya Laporan Polisi Nomor : LP / B –354 / VI / TUK.7.2.4 / 2020 / Babel / Res Bangka / Polsek Belinyu / SPK Tanggal 25 Juni 2020.

Kapolsek Belinyu AKP Ricky Dwiraya Putra melalui Kanit Reskrim Polsek Belinyu IPDA Teguh Widodo menjelaskan kronologis kejadian arisan bodong tersebut.

Menurut IPDA Teguh, terduga pelaku Tjung Ngim telah mengelola arisan tersebut sejak tahun lalu merekrut puluhan peserta dengan angsuran Rp 1 Juta per minggu.

” Pelaku mengelola arisan mulai hari Senin tanggal 19 Agustus 2019 lalu jumlah peserta arisan 55 orang dengan jumlah uang arisan perminggu sebesar Rp. 1 Juta,” Ungkapnya, Sabtu (27/06) siang.

Kemudian dia menjelaskan arisan yang sudah berjalan sekitar 10 bulan tersebut seharusnya sudah 43 peserta yang dapat menarik, namun hanya 36 peserta yang mendapatkan lantaran uang dari 7 peserta tersebut digunakan terduga pelaku tanpa seizin peserta lainnyan.

” Sudah berjalan kurang lebih 10 bulan atau seharusnya sudah 43 nama yang mendapatkan/menarik arisan tetapi kenyataannya baru 36 nama yang mendapatkan arisan, karena 7 nama yang seharusnya sudah mendapatkan arisan tersebut uangnya dipakai oleh pelaku tanpa seizin atau sepengetahuan member yang seharusnya mendapatkan uang arisan tersebut,” Kata dia.

Masih kata Teguh terduga pelaku meraup uang membernya sebesar Rp 40 dari 7 orang peserta tersebut, dan saat ini arisan tersebut sudah dibekukan alias stop.

” Uang masing-masing member yang telah dipakai oleh owner rata-rata sebesar Rp. 40 Juta, sehingga total uang arisan dari 7 member yang telah dipakai oleh owner sebesar kurang lebih Rp. 280 Juta, dan saat ini arisan tersebut sudah di STOP oleh owner,” Bebernya.

Kendati demikian Teguh juga mengatakan kasus tersebut masih dalam upaya penyidikan sembari mengumpulkan alat bukti yang cukup dan untuk saat ini terduga pelaku masih dikenakan wajib lapor alias tahanan luar atau penangguhan, menurut Teguh terduga pelaku dikenakan pasa 372 atau 378 KUHP atas dasar penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman penjaran paling lama 9 tahun. (*)


Reporter : Randhu Oktora || Editor : Romlan

Pos terkait