Belitung Menuju Kawasan Wisata Kelas Dunia, Gubernur Babel Khawatirkan KIP

  • Whatsapp

3_22 img-20161023-wa0004

KABARBANGKA.COM — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi mengajak pemerintah khususnya kementerian ESDM untuk duduk bersama-sama membahas mengenai masih beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP) di laut Belitung.

Bacaan Lainnya

Belitung hanya sebagai kawasan destinasi wisata nasional ungkap Gubernur Rustam ketika membuka acara Festival Belitung 2016 di Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Sabtu (23/10/2016).

“Jika kementerian-kementerian yang terkait didalamnya tidak duduk satu meja, maka Pemerintah Provinsi Babel akan kesulitan, “kata Gubernur Rustam

Hal ini dikatakan gubernur karena bagaimanapun UU no. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan, bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan perpanjangan tangan dari pemerintahan pusat di daerah.

Lebih jauh Gubernur Rustam mengatakan sangat mengharapkan untuk segera adanya rapat koordinasi di Pemerintah Pusat Khususnya dengan kementerian ESDM, BUMN dan Kemenko Kemaritiman untuk bersama guna membicarakan dan menjadikan Bangka Belitung ini benar-benar menjadi kawasan distinasi wisata dunia.

“Hal ini terkait dengan wisata bahari yang tentu membutuhkan laut dan terumbu karang yang baik. Akan sangat disayangkan jika masih ada pihak-pihak yang melakukan aktifitas merusak terumbu karang dan merusak lingkungan” ujar Gubernur Rustam.

Menurut gubernur, bila ini dapat dikoordinasikan dan ditinjau kembali, maka akan sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2016 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang menjadikan Bangka Belitung khususnya Belitung sebagai KEK Pariwisata di Indonesia.

Lebih jauh lagi gubernur mengatakan suatu kebanggaan besar bagi Provinsi Babel dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2016 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

“Saya berharap ini bisa dimplementasikan oleh dinas dan instansi terkait khususnya para kementerian yang ada dipemerintahan pusat untuk mengucurkan anggarannya agar bisa membangun infrastruktur menuju kawasan-kawasan wisata serta memberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor untuk masuk ke Babel khususnya di Belitung,” pintanya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim) yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM IPTEK dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil Gubernur Babel beserta Bupati Belitung untuk duduk bersama dengan Kemenko Kemaritiman dan ESDM untuk membahas mengenai masih adanya KIP di kawasan laut Belitung.

“Dalam waktu dekat kita akan bersama-sama Gubernur dan Bupati Belitung untuk mengkoordinasikan hal ini bersama beberapa kementerian yang terkait ” ujar Safri.

Menurut Safri Belitung merupakan kawasan strategis untuk pariwisata, dan merupakan yang masuk dalam jalur sutra. Oleh karenanya perlu dilakukan percepatan pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Belitung.

Guna mempercepat pertumbuhan pariwisata, Safri mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni meningkatkan jumlah destinasi, memperbaiki infrastruktur destinasi, dan menambah event-event budaya bertaraf nasional bahkan internasional.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh yang mengatakan belitung saat ini menghadapi ancaman dalam upaya mewujudkan belitung sebagai kawasan destinasi wisata nasional.

“Saat ini hambatan dan ancaman terbesar kami dalam upaya menjadikan Belitung benar-benar sebagai kawasan wisata nasional adalah masih adanya KIP yang beroperasi di kawasan laut Belitung,” ujar Sahani.

Tentunya Sahani mengatakan jika kondisi ini masih terus berjalan, maka akan merusak keindahan laut yang dimiliki oleh Belitung.

Usai membuka secara resmi Festival Belitong 2016, Gubernur beserta rombongan langsung menuju Hotel BW Suit dengan agenda melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (KB & PKS) antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan.

Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Gubernur Babel dan Gubernur Sumatera Selatan, Rustam Effendi dan Alex Noerdin yang sekaligus melakukan rapat membahas sejumlah bidang terkait dalam nota kerja sama, diantaranya yakni pekerjaan umum, perhubungan, ketahanan pangan, kebudayaan dan pariwisata, energi, penelitian dan pengembangan IPTEK dan inovasi, kepemudan dan olahraga, perindustrian dan perdagangan, serta kelautan dan perikanan. (humasprobabel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan