Bentuk Karakter Pelajar, Rohis Harus Di Support

  • Whatsapp

Rio Setiady, ST. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang.

KABARBANGKA. COM— Akhir – akhir ini saya mendapat banyak pertanyaan baik bia sms maupun diskusi langsung dengan para wali murid yang menanyakan terkait statement Mentri agama bahwa kegiatan rohis perlu diawasi, sehingga para orang tua yang kebetulan anaknya aktif dalam kegiatan ekstra kulikuler rohis menjadi khawatir dengan pernyataan tersebut.

Bacaan Lainnya

Saya sebagai anggota DPRD kota pangkalpinang yang setiap bulannya mendapatkan laporan kasus para pelajar yang perbuatan dianggap melanggar etika ataupun hukum, belum pernah mendengar ada pelaku yang berasal dari rohis. Justru maraknya perbuatan tidak patut dikalangan pelajar lantaran ketidak pahaman mereka terhadap norma agama dan etika sebagai seorang pelajar. Saya sering berkoordinasi dengan ketua KPAD Babel terkait permasalahan remaja di Pangkalpinang.

Kami sebagai bagian dari pemerintah daerah malahan sangat terbantu dengan aktifitas positip ini, seperti Rohis dan kegiatan ekstra kulikuler lainnya. Karena kita tahu dengan mata pelajaran agama yang hanya 2 jam setiap pekan tidak akan cukup memberikan bekal keagamaan bagi peserta didik, sementara peran BKPRMI hanya pada fase TPA atau setingkat SD, setelah lulus TPA, mereka mengalami kekosongan pembinaan, disinilah peran rohis diperlukan.

Bisa jadi dalam capaian akademik anak didik kita sudah lumayan baik, tetapi ingat, cerdas intelektual saja tidak cukup, mereka juga harus memiliki kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual agar dapat menjadi manusia yang kokoh iptek dan imtaq.

Memang pendidikan keagamaan tidak selalu harus melalui rohis, karena ada banyak bentuk lain yang juga relevan bagi remaja, tetapi mereka yang memilih aktif di rohis tidak boleh di anak tirikan, justru harus di dukung oleg seluruh pihak.

Bukankah jika para pelajar ini memiliki pemahaman agama yang baik akan berimbas baik pula bagi masyarakat dan daerah? Jadi mari kita dukung anak – anak kita jika mereka ingin aktif di kegiatan ekstra kulikuler sekolah, karena energi mereka yang berlebih akan sangat rentan disalah ginakan jika tidak di salurkan ke aktifitas yang positip, semoga.

 

Penulis : Rio Setiady,  ST

Pos terkait

Tinggalkan Balasan