BOS PT PRAGA JAYA AKAN SEGERA DIEKSEKUSI

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Bos PT Praga Jaya, Yulianto alias Aan, terpidana perkara Migas yang diputus 1 tahun 3 bulan penjara oleh Mahkamah Agung pada medio Desember 2015 silam, nampaknya sebentar lagi akan dianugrahi status Daftar Pencarian Orang ( DPO), untuk dijebloskan ke Lapas Tuatunu Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Happy Hadiastuty terkait perkara kasus Yulianto alias Aan, bos PT Praga Jaya yang diputus 1 tahun 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung tahun 2015 silam.

Menurut Happy, dirinya sudah memerintahkan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Babel untuk melakukan pengecekan terkait putusan Mahkamah Agung.

“Sudah saya minta Aspidum untuk mengecek, bila benar sudah ada putusan dari MA, maka akan segera dieksekusi,” ungkap Kajati Babel via applikasi WhatsApp mesengger , Sabtu (17/6/2017).

Lalu bagaimana dengan oknum jaksa yang diduga bermain mata dengan bos PT Praga Jaya sehingga putusan Mahkamah Agung tidak dijalankan untuk mengeksekusi Yulianto alias Aan, Bos PT Praga Jaya?

“Saya sudah minta Aspidum mengecek ke Kejari, karena itu perkara Kejari,” elaknya, ketika disinggung adakah sanksi yang akan dijatuhkan terhadap oknum jaksa yang diduga kuat bermain mata dengan terpidana Yulianto alias Aan, Bos PT Praga Jaya.

Dilangsir sebelumnya, terdakwa Yulianto alias Aan, bos PT Praga Jaya yang divonis bersalah dan dihukum 1 tahun dan 3 bulan penjara, hingga saat ini diduga tidak pernah menjalankan hukuman tersebut. Aan hanya menjalani masa tahanan, sewaktu masih berstatus tersangka dan terdakwa.

Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang, yang pada masa itu dijabat A. Harry SH, diduga sengaja tidak melaksanakan eksekusi terhadap terpidana Yulianto alias Aan, pasca turunnya Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung atas perkara tersebut.

Kabar tak sedappun menerpa A. Harry SH. Beredar kabar, mantan Kasi Pidum Kajari Pangkalpinang itu diduga menerima sejumlah uang dari terpidana Yulianto alias Aan, untuk tidak melaksanakan eksekusi atas Putusan Kasasi dari MA, pada medio Desember 2015 lalu.

Menurut informasi dan data yang diterima kabarbangka.com, Salinan Putusan Mahkamah Agung atas perkara ini dibuat pada tanggal 15 Desember 2015. Diterima Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada tanggal 16 Desember 2015, dan diterima A. Harry SH selaku Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang pada tanggal 18 Desember 2015.

Dalam amar putusannya, majelis hakim agung di Mahkamah Agung yang memeriksa dan mengadili perkara Kasasi tersebut menyatakan, mengabulkan Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkalpinang. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor: 25/Pid.B/2011/PN.PKP tanggal 12 Januari 2012.

Menyatakan terdakwa Yulianto alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Dakwaan Primair JPU.

Menyatakan terdakwa Yulianto alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Sengaja menganjurkan orang lain supaya memperdagangkan barang dan/jasa yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan dalam jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya sebagai perbuatan berlanjut.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan.

Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Memerintahkan barang bukti dirampas untuk negara, termasuk 1 ( satu) unit mobil tangki warna biru putih PT Praga Jaya BN 4955 AI.

Sampai berita ini diturunkan, A. Harry SH yang kini kabarnya dinas di bagian Pengawasan di Kejati Babel, belum memberikan tanggapan dan komentarnya, terkait informasi tersebut. Upaya konfirmasi kepada A. Harry SH, hingga kini tak kunjung dibalas oleh yang bersangkutan.

Terpidana Yulianto alias Aan dikabarkan sudah menghilang, tidak lama setelah putusan Kasasi turun dari Mahkamah Agung. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan