Bulan Agustus Deflasi Sebesar 0,07%

  • Whatsapp
Ilustrasi Deflasi Dan Inflasi.

KABARBANGKA.COM — Tingkat Deflasi Pemerintah RI dalam Bulan Agustus ini adalah sebesar 0,07%. Demikian rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Satistik (BPS).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan salah satu faktor pendorong terjadinya deflasi ini berdasarkan kelompok pengeluaran adalah kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 0,67%.

Bacaan Lainnya

“Bahwa bahan makanan yang mengalami deflasi 0,67%, itu salah satu penyebabnya adalah prestasi pemerintah,” ujar Suhariyanto saat konferensi pers, di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin, 04/09/2017.

Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08% dan terendah di Samarinda sebesar 0,03%. Sementara, inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09% dan terendah di Batam sebesar 0,01%.

Suhariyanto menjelaskan kelompok bahan makanan memiliki andil deflasi sebesar 0,14%. Komoditas lainnya adalah bawang merah sebesar 0,07% dan bawang putih sebesar 0,05%, serta ikan segar, tomat sayur, dan cabai rawit yang masing-masing sebesar 0,02%. Dilanjutkan, bayam, jengkol, kentang, wortel, kelapa, dan minyak goreng yang masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara, harga beras diklaim stabil dan tidak memiliki andil terhadap inflasi.

Kemudian, beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi dan harus diwaspadai pemerintah karena harganya yang masih mengalami kenaikan adalah cabai merah sebesar 0,04%, garam sebesar 0,02%. Selanjutnya, daging ayam ras, telur ayam ras, anggur, apel, dan semangka yang masing-masing sebesar 0,01%.

Disaat yang sama, dalam rilis pada media, Senin, 04/09/2017, BPS Provinsi Bangka Belitung menyebutkan, bahwa pada Agustus 2017 Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,78 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,88 setelah sebelumnya Juli 2017 juga mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan IHK 135,94.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks di dua kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,52 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 5,16 persen.

Sementara lima kelompok pengeluaran lain inflasi yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,04 persen; kelompok sandang sebesar 0,21 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,65 persen.

Inflasi tahun kalender sampai dengan Agustus 2017 adalah inflasi sebesar 1,11 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,97 persen.

Dalam rilis tersebut juga dikatakan, bahwa, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,75 persen dengan IHK 135,96.

Kemudian, berdasarkan pantauan harga selama Agustus 2017, pada 82 kota IHK di Indonesia menunjukkan bahwa 35 kota mengalami inflasi dan 47 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 1,09 persen dengan IHK 125,68 dan deflasi tertinggi di Kota Ambon sebesar 2,08 persen dengan IHK 128,03.

 

source: BPS Provinsi Babel
editor: LH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan