BUNYI HANDPHONE TERDAKWA AGAT KEJUTKAN PENGUNJUNG SIDANG

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kasus perkara penambangan dan kepemilikan timah ilegal dengan terdakwa Agustino alias Agat warga Desa Puput, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Kamis (26/01/2017).

Bacaan Lainnya

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi oleh majelis hakim yang diketuai Hariyadi SH, dengan hakim anggota Dewi Sulistiarini SH dan Nahendra Mahoni SH.MH ini menghadirkan 4 (empat) saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umun,Yudi Istono dari Kejati Babel.

Pantauan wartawan di Ruang Sidang, nampak 4 (empat) orang saksi masing masing bernama Henri, Agus Molen, Nasir dan Heri, dihadapkan di depan majelis hakim dan selanjutnya pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Saksi Henri dan Agus Molen yang diperiksa terlebih dahulu oleh majelis hakim, baru kemudian saksi Nasir dan Heri.

Dari pemeriksaan ke 4 saksi tersebut, diketahui terdakwa Agustino alias Agat menampung pasir timah dari penambangan ilegal namun para saksi tidak mengetahui terkait perizinan yang dimiliki terdakwa dalam kegiatannya.

“Kami beli timah dari penambang ilegal lalu kami jual ke pak Agustino. Kami tidak tahu dan tidak pernah dikasih tahu tentang surat izinnya pak Agustino ketika membeli pasir timah dari kami,” jawab Henri dan Agus Molen ketika dicecar pertanyaan oleh majelis hakim.

Demikian juga halnya dengan Nasir dan Heri, ketika dicecar pertanyaan oleh majelis hakim seputar sepengetahuan saksi terkait perizinan yang dimiliki Agustino alias Agat dalam menjalankan kegiatannya,keduanya sepakat mengatakan tidak tahu.

“Tidak tahu pak,”jawab keduanya.

Di tengah berlangsungnya sidang pemeriksaan para saksi, suasana sidang tiba-tiba dikejutkan bunyi handphone yang cukup keras, dan ternyata bunyi handphone tersebut berasal dari saku celananya terdakwa Agustino alias Agat yang duduk di sebelah tim pengacaranya. Spontan saja pengunjung sidang termasuk awak media saling berpandangan, dan sempat saling berbisik.

“Terdakwanya luar biasa, dalam sidang aja boleh bawa dan mengaktifkan HP,”ungkap Herman, wartawan amunisinews.com.

Herman mengaku dirinya tidak habis pikir, melihat terdakwa Agustino alias Agat terkesan mendapatkan perlakuan istimewa dari majelis hakim.

“Tidak seperti biasanya, apabila ada bunyi handphone dari pengunjung sidang ataupun dari wartawan yang kebetulan Hp-nya berbunyi, maka majelis hakim segera menegur.Tapi kok kali ini beda, ya? Hakimnya kok gak negur terdakwanya. Ada apa ya?” ujarnya heran dan pebuh curiga.

Usai sidang digelar, terdakwa Agustuno alias Agat terlihat langsung menuju mobil TOYOTA INNOVA berwarna hitam bersama ke 4 orang saksi yang dihadirkan oleh JPU, selanjutnya terdakwa dan ke 4 saksi itupun meninggalkan Gedung PN Sungailiat.

Terkait hal itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Solihin SH.MH yang sempat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai sidang menjelaskan bahwa status penahanan terdakwa Agustino alias Agat saat ini berstatus tahanan rumah.

“Ketika di penyidikan Polda Babel, Agat ini sempat ditahan di Rutan Polda, namun ketika di penuntutan (ditangani jaksa,red) penahanan dialihkan ke Tahanan Rumah dan hingga sekarang oleh Pengadilan Negeri Sungailiat status tahanan terdakwa masih Tahanan Rumah,” kata Solihin.

Diketahui sebelumnya, personil Subdit IV TIPITER Dit Krimsus Polda Babel telah mengamankan Agat, warga Desa Puput, dan Ahon warga Desa Bakit, beberapa waktu lalu. Menurut kabar yang beredar, Agat dan Ahon diamankan lantaran diduga melakukan penambangan timah dan membeli pasir timah dari hasil penambangan secara ilegal juga. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan