Bupati Bangka Buka Sosialisasi Sistem Pencatatan KDRT

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM, BANGKA — Bupati Bangka Tarmizi Saat membuka Sosialisasi Sitem Pencatatan dan Pelaporan Data Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak, yang dilaksanakan Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka, dengan nara sumber dari Kementerian Perlindungan Perempuan Dan Anak, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

Bupati Bangka mengungkapkan, semua kekerasan terutama Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan, serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus, semuanya sudah diatur oleh pemerintah dalam Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( UU PKDRT ).

Di Kabuoaten Bangka, kasus kekerasan di dalam rumah tangga masih tinggi. Dalam kurun 2 tahun terakhir ini, yaitu sebanyak 32 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2017. Oleh karena itu Pemda Bangka melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, berusaha memberikan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat dengan tujuan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bangka.

“ Di Kabupaten Bangka ada 32 kasus kekerasan terhadap perempaun dan anak, tapi mengapa tidak ada kekerasan terhadap laki – laki,” kata Tarmizi, Bupati Bangka ketika membuka sosialisasi di Novila Hotel, Sabtu (14/07/2018).

Diungkapkan Bupati, beberapa kasus penelantaran laki – laki, yakni kekerasan terhadap laki – laki juga ditemukannya di beberapa tempat di Kabupaten Bangka. Ada seorang lelaki yang tidak lagi dilakukan perawatan karena mengalami strok, dan dibiarkan berada diruangan yang memprihatinkan tanpa diurus oleh keluarganya.

Diharapkannya hal ini jangan sampai terjadi, agar antara suami istri dapat saling menghargai dan selalu bersama dalam suka dan duka.

Selain itu, permasalahan keutuhan rumah tangga yang mulanya begitu mesra, namun setelah waktu berjalan bisa hancur bahkan mengalami perceraian. Menurut Tarmizi Saat, untuk pembahasan masalah ini perlu dilakukan tidak hanya melihatnya dari hilir, namun juga dari hulu. Menurutnya, perlu adanya upaya prepentif dalam mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Untuk Kabupaten Bangka sendiri sudah terbentuk forum – forum penceghan KDRTdi setiap kecamatan. Oleh sebab itu Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka melakukan sosialisasi sistem pencatatan dan pelaporan data kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, dengan tujuan untuk melatih tenaga pencatatan dan pelaporan data kekerasan di unit – unit yang berada di Kabupaten Bangka dalam rangka singkronisasi sistem pencatatan dan pelaporan di lingkup Kabupaten Bangka.

Bupati minta dengan sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat kepada seluruh unit – unit yang ada di Kabupaten Bangka, agar dapat tertib dalam pencatatan dan laporan kasus ke depannya, ketika adinistrasi pencatat dan pelaporan lengkap maka advokasi – advokasi yang berkaitan dengan data dan kasus yang dialami oleh kabupaten lebih mudah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi Sitem Pencatatan dan Pelaporan Data Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bangka ini, bertujuan untuk melatih tenaga pencatatan kekerasan yang ada di unit – unit di Kabupate Bangka.

“ Tujuan untuk mensingkronisasi data pencatatan kekerasan di lingkungan Kabupaten Bangka, untuk menertibkan pencatatan agar tidak dobel atau data yang sama, sehingga diperoleh data yang akurat yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan program pembangunan,” kata Boy Yandra.

Sedangkan peserta sosialisasi sebanyak 50 orang, yang berasal dari unit – unit yang menerima pelaporan terhadap kasus – kasus kekerasan perempuan dan anak di kabupaten Bangka, yaitu forum – forum di tingkat kecamatan, Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka, Dinas Sosial, Polres Bangka dan OPD terkait lainnya. (**)

 

Sumber : Humas Pemkab Bangka

Pos terkait

Tinggalkan Balasan