BUPATI BANGKA HARAPKAN MASYARAKAT MENJAGA KESEHATAN GINJAL

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Bupati Bangka Tarmizi Saat mengharapkan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan tubuh guna menghindari dari berbagai penyakit, termasuk diantaranya memelihara kesehatan ginjal.

Bacaan Lainnya

Selain itu diharapkan Keberadaan Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) se Provinsi Kepulaan Bangka Belitung akan lebih meningkatan pelayanan kesehatan terhadap pasien penyakit ginjal maupun mencegah sehingga menurunnya angka penderita gagal ginjal.

Hal itu diungkapkan Bupati Bangka ketika membuka Simposium Dialisis 2017 dan melantik kepengurus IPDI se Babel, Minggu (13/3) di Hotel Novilla Sungailiat. Dijelaskannya, pelantikan IPDI dapat menjadi amal ibadah bagi semua orang trmasuk para perawat dan tenaga medis lainya.

Disampimng itu adanya pelayanan yang baik dan selalu memberikan senyum kepada para pasien. Diharapkannya, pelayanan dari IPDI harus dapat ditingmatkan di kabupaten Bangka karena Kabupaten Bangka merupakan rumah sakit pertama di Bangka Belitung .yg membuka pelayanan haemodialsisi.

Ditambahkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Bangka Boy Yandra, sifat pelayanan dari IPDI banyak kearah prefentive dengan banyak memberikan penyuluhan baik dirumah sakit maupun di sekolah – sekolah yang berhungan dengan penyebab penyakit ginjal.

Kesempatan itu ketua IPDI pusat Muhammad Samsul Bahri mengharapkan dengan terbentuknya IPDI di daerah insinden penyakit ginjal semakin menurun.

” Para anggota yang dilantik ini harus lebih giat menginformasikan penyebab dan gejala penyakit ginjal kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu ketua pengurus daerah IPDI Bangka Suhardiansyah menjelaskan, Haemodialisis di RSUD di Bangka merupakan pelayanan pertama di Bangka Belitung atas rekomendasi Dr.dr Kimariatum, ahli penyakit ginjal.

” Pendertia ginjal di Babel semakin tahun semakin bertambah,” ujarnya.

Diharapkannya dengan adanya simposiun ini para perawat dialisis akan menambah pengetahuan tentang penanganan kasus ginjal.

Dikatakannya, symposium ini dilakukan untuk memeperingati hari ginjal sedunia. World Kidney Day (WKD) atau Hari Ginjal Sedunia 2017 yang diperingati setiap hari Kamis pada minggu kedua di bulan Maret.2017.

Menurut Suhardian, Kecenderungan meningkatnya tren penderita penyakit katastropik menyadarkan kita pentingnya menggalakkan upaya preventif dan promotif, serta screening.
Hari Ginjal Sedunia jatuh pada tanggal 09 Maret 2017 fokus pada pencegahan penyakit ginjal harus dilakukan sejak dini demi membangun masa depan yang madani.

Bersamaan dengan Simposium Dialisis 2017 dilanjutkan dengan pelantikan anggota IPDI wilayah dengan ketua Suhardiyan dan pengurus lainnya. Sedangkan pembicara simposium DR dr. Komaritun SpPD.KGH.Finacim yakni ahli ginjal. (Rus/Humas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan