Chamcie Abiem, Penggila Rock yang Menulis Lagu Melayu

  • Whatsapp
Chamcie Abiem bersama para wartawan Bangka Barat di Bukit Menumbing, Muntok.

BANGKA BARAT — Chamcie Abiem, pria kelahiran Muntok Kabupaten Bangka Barat tidak pernah berpikir untuk menulis lagu daerah bergenre melayu. Penabuh drum ini sebelumnya seorang penggila musik rock. Musik yang biasa menendang gendang telinganya bisa dibilang jauh dari kata merdu mendayu.

Band – band rock gahar seperti God Bless, Edane, Skid Row, Bon Jovi dan Aerosmith merupakan soundtrack hidupnya. Berangkat dari hal itu, lagu yang ia tulis sebelumnya tidak jauh – jauh dari hentakan musik keras.

” Waktu itu bagi saya musik rock merupakan musik yang paling indah di dunia,” ujar Chamcie Abiem, Kamis ( 7/5/2020 ).

Namun siapa sangka, suatu saat dirinya merasa ditampar ketika melihat sampul kaset lagu daerah Bangka Belitung. Saat melihat track list-nya, dia kecewa di kaset tersebut tidak ada satu pun lagu karya orang Muntok, kota kelahirannya.

” Saya merasa terusik. Saya takut kalau ada yang nanya, apa lagu daerah Bangka Barat? saya pasti nggak bisa jawab. Apa karena lagunya memang nggak ada atau saya yang nggak tahu,” tuturnya.

Dari tamparan itu, ia bersama S. Boeddy, teman dekatnya mulai ” berusaha keras ” menulis lagu melayu. Disebut usaha keras, karena mereka berdua waktu itu tidak punya referensi sedikitpun tentang musik melayu.

Usaha keras itu membuahkan hasil. Lagu daerah melayu pertama mereka berjudul ” Asem Digunung Garem Dilaot ” pun lahir, disusul ” Pantun Rindu ” yang cukup dikenal masyarakat kota Muntok.

Semua lagu melayu tersebut dinyanyikan Cici. Untuk lagu Asem Digunung Garem Dilaot, Cici berduet dengan Aan.

Selanjutnya, Chamcie Abiem terus menulis lagu melayu, salah satunya ” Selembar Undangan “, bahkan digarap lengkap dengan video klipnya bersama Muntok History Volunteers Group ( MHVG ).

” Ada juga lagu mandarin yang saya tulis bersama Aad Fujaka dari Sanggar Panglima Angin berjudul ” Amoyku Dak Jadi “. Itu juga dibuatkan klipnya. Juga satu lagu qasidah, ada juga klipnya,” ungkapnya.

Pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini mengaku, akan terus menulis lagu daerah melayu. Tujuannya, bukan untuk mencari uang, namun lebih kepada pengabdian terhadap kesenian itu sendiri dan berharap karyanya bisa menginspirasi banyak seniman untuk melakukan hal yang sama.

” Saya cari duitnya dari dunia jurnalistik aja. Musisi daerah susah cari duit dari kesenian,” pungkasnya. ( *** )


Reporter : Randhu Oktora
Editor: Romlan

Pos terkait