CURANMOR TINGGI DI BASEL

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Dalam tindak kejahatan biasanya ditopang oleh dua faktor. Yakni, unsur niat dan kesempatan, apalagi jika ditambah dengan keteledoran dari calon korban kejahatan sendiri. Dipastikan pelaku kejahatan akan semakin leluasa menjalankan aksinya.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Pramono Mulyo banyak kasus pencurian dapat terjadi karena masih lalainya masyarakat dalam menyikapi aksi para pencoleng tersebut.

” Kasus curanmor (pencurian Kendaraan Bermotor) bisa disebabkan kunci masih menempel di motor, atau karena pintu atau jendela belum diberi pengaman, bahkan belum dikunci,” ucap Pramono Mulyo,Selasa,(04/04/2017)

Sementara itu, dalam rilis kasus yang diungkap oleh Kejari Bangka Selatan dalam triwulan I di tahun 2017 sendiri kasus yang menonjol adalah kasus pencurian Pasal 363 KUHP.

Kasus yang sudah dalam tahap SPDP adalah sebanyak 31 perkara, sedangkan untuk kasus yang sudah Tahap 2 ada 24 perkara.Sementara itu untuk kasus-kasus yang masih dalam Tahap 1 sebanyak 28 kasus, perkara yang sudah dilimpahkan ke Pengadilan ada 19 perkara.

Kemudian, dilanjutkan oleh Pramono Mulyo, bahwa perlu kiranya melakukan Sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat untuk lebih waspada, dan juga diingatkan agar selalu menjaga diri maupun barang barang serta tidak teledor.

“Lebih waspada saja dan menjaga barang berharga yang ada,” tuturnya. ( LH )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan