DEWAN MINTA LAPAK PASAR TERISI PENUH DAHULU, SEBELUM PERDA RETRIBUSI DISAHKAN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Ketua Pansus 8 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Muhammad Rusdi mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan Sidak ke pasar-pasar yang ada di Kota Pangkalpinang, Selasa (07/03/2017) pagi.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, hal ini dilakukan karena adanya Pembahasan Raperda Tentang Perubahan Retribusi Jasa Usaha pada Perda Nomor 17 Tahun 2011, yang disampaikan pihak Pemkot Pangkalpinang melalui SKPD terkait baru-baru ini.

” Dalam pembahasan Raperda tersebut, alangkah elegannya sebelum kami Pansus turun kelapangan untuk mencari data kebenaran terkait tarif yang telah ditetapkan dalam Perda tersebut, apakah memang diberlakukan sesuai dengan aturan? baik itu di Pasar Pagi Kampung Melayu, GOR, Pasar Rumput ataupun Pasar Ratu Tunggal. Ternyata saat kami tiba disana, memang benar apa yang diterapkan sesuai dengan panduan Perda tersebut” ujarnya.

Lanjut Rusdi, selain itu pihaknya juga mengecek kesesuaian tarif yang baru, dengan sarana dan prasarana yang ada, walaupun menurut undang-undang 3 tahun sekali Perda tersebut harus dievaluasi.

Kemudian dirinya mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi perda tersebut, dasarnya adalah Pasal 159 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Retribusi, itu ada pointnya mengatakan, berdasarkan indeks harga dan perkembangan perekonomian yang terjadi saat diberlakukan aturan tersebut.

” Berdasarkan indeks harga dan perkembangan perekenomian dari tahun 2011 sampai saat ini, adalah salah satu dasar yang akan diambil kebijakan untuk menetapkan tarif baru ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Rusdi mengatakan, bahwa ada sedikit kekecewaan kepada UPT Pasar, karena beberapa lapak yang berada dipasar masih kosong melompong. Salah satunya Pasar Pagi Kampung Melayu, lapak bawah penuh, akan tetapi lapak yang berada dilantai dua tidak ada yang mengisi.

” Bagaimana kita mau menetapkan Tarif Retribusi? Kalau masalah ini belum terselesaikan,” pungkasnya. (3K0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan